RS Lapangan Ijen Boulevard Malang Siap Terima Pasien Covid-19

MALANG_WARTAINDONESIA.co – Demi meningkatkan pelayanan maksimal terhadap pasien terdampak Covid-19 di wilayah Jawa Timur,  Rumah Sakit (RS) Lapangan Ijen Boulevard di Kota Malang secara resmi dibuka dan siap menerima pasien Covid-19.

Peresmian RS Lapangan Ijen Boulevard Malang pada Rabu, 16 Desember 2020 dibuka langsung oleh  Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa, RS Lapangan Ijen Boulevard nantinya memfasilitasi pasien Covid-19 tidak hanya untuk warga di Malang Raya, namun juga Blitar dan sekitarnya.

“Pasien yang dirawat di RS Lapangan Ijen Boulevard adalah yang kategori sedang dan ringan,” kata Khofifah, melalui rilisnya, Kamis, (17/12/20).

“Diharapkan, dengan adanya fasilitas yang membuat nyaman bisa dengan mudah meningkatkan imunitas para pasien sehingga bisa cepat sembuh,” imbuhnya.

RS Lapangan Ijen Boulevard ini memiliki kapasitas 306 bed dengan beragam fasilitas pendukung. Diantaranya tersedianya CCTV di setiap kamar guna memonitor pasien Covid-19, jogging track, tempat karaoke, koneksi wi-fi dan cafe yang dibuka selama 24 jam.

Menurut orang nomor satu di Jatim ini, pembangunan RS Lapangan Ijen Boulevard sempat dihentikan untuk sementara waktu. Alasannya karena penambahan kasus Covid-19 di Jawa Timur  khususnya di Malang telah melandai. Namun karena lonjakan jumlah kasus positif cukup signifikan per November 2020 di Jatim, maka RS tersebut diaktifkan.

“RS Lapangan ini semula direncanakan beroperasi Oktober   2020, kemudian sempat terhenti karena kasus sudah  melandai. Akhirnya  kami lanjutkan kembali pembangunannya setelah bulan November ada lonjakan kasus,” terangnya.

Khofifah juga berpesan, melihat adanya lonjakan kasus covid-19 masyarakat dihimbau agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Serta, menerapkan 3M menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

Baca Juga  Markas PDIP Jatim Alih Fungsi Menjadi Pabrik Wastafel di Pandemi Covid-19

Dengan meningkatnya lonjakan jumlah kasus positif Covid-19, pihaknya akan lebih gencar melakukan operasi yustisi. Operasi tersebut nantinya akan dibarengi dengan denda dan sanksi yang lebih mengedukasi, agar masyarakat lebih disiplin. Ope4asi yustisi terbukti efektif menurunkan angka penyebaran covid-19. (*)

  • Pewarta : May/Tulus
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...