DK3P Jatim Beri Pelatihan Keselamatan Pekerja Disabilitas Wistara

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi (DK3P) Jawa Timur terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat khususnya pekerja guna menekan angak kecelakaan dalam dunia kerja.

Namun, kali ini DK3P mengunjungi Sekolah Ketrampilan Inklusi Aora Wistara untuk melakukan edukasi dan penyuluhan terhadap pekerja disabilitas pada Kamis, (23/07/26).

Mengusung tema Safety Awarness”, DK3P Jawa Timur berkolaborasi bersama rumah batik Wistara untuk memberikan edukasi pentingnya menjaga keselamatan dan kesehatan kepada anak anak berkebutuhan khusus (ABK).

Edi Priyanto, Wakil Ketua DK3P Jawa Timur menyampaikan bahwa, keselamatan kerja patut diberikan kepada semua pekerja. Termasuk, pekerja disabilitas atau ABK. Tidak boleh da perbedaan. Karena mereka juga layak mendapatkan.

“Pemberian safety awareness kepada pekerja inklusi menjadi sangat penting. Insiden, kecelakaan kerja, hingga bencana alam bisa terjadi di mana saja. Sementara tidak semua orang mau menerimanya,” kata Edi.

“Pelatihan ini untuk mengantisipasi jika terjadi insiden. Kita semua tidak ingin insiden atau bencana alam terjadi,” lanjut praktisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ini.

Edi mengapresiasi akselerasi rumah batik Wistara dan Sekolah Ketrampilan Inklusi Aora Wistara. Keduanya mampu menyediakan lapangan kerja bagi pekerja disabilitas. Keduanya tidak sekadar mengikuti anjuran ataupun menggugurkan persyaratan dari pemerintah.

“Tidak semua industri, termasuk UMKM, punya pekerja mayoritas disabilitas. Wistara-Aora telah membuktikan social life society, dengan menyediakan lapangan kerja bagi disabilitas. Ini patut diapresiasi,” teragnya.

Sedikitnya 35 peserta mengikuti safety induction yang dipandu mahasiswa Universitas Airlangga, Muhammad Adinata Yudha Alfreda. Sementara peserta tuna rungu-wicara mendapat arahan dari dua juru bahasa isyarat (JBI), Yanda Maria Elsera dan Syaraifatul Iza.

Seluruh peserta safety awareness ditunjukkan titik kumpul jika terjadi insiden. Peserta juga dikenalkan papan arah sebagai panduan jika terjadi insiden menuju titik kumpul.

Baca Juga  Knight Floorball Club Dukung Penyandang Disabilitas Menjadi Atlit Berprestasi

Muhammad Adinata Yudha Alfreda juga menunjukkan cara sederhana jika terjadi kebakaran di rumah. Tindakan pertama jangan panik. Jika ada asap, dan sulit mencari masker, bisa menutup mulut dan hidung menggunakan siku.

Sebelumnya, safety awareness juga disampaikan Alitasya Dinda Fadhilah. Tasya, sapaan lekatnya, lebih banyak menekankan bekerja dengan sehat dan selamat sekaligus menghindari insiden di tempat kerja. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Rizal IT

You may also like...