Dr. Lawrence : Metode IVUS Mampu Tangani Jantung Koroner Lebih Baik

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Sebagai Rumah Sakit spesialis jantung dan pembuluh darah yang berpusat di Malaysia, Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur (CVSKL) terus berkomitmen memberikan layanan dan informasi terbaik kepada masyarakat.

Kali ini, melalui program Seminar Ilmiah (4SKP) bertema “Coronary Disease : A Clinical Perspective in Pendemic” yang diadakan secara webinar pada Kamis, 24 September 2020, RS CVSKL Malaysia berbagi informasi terkait penanganan penyakit jantung koroner.

Bekerjasama dengan IDI Surabaya, RS CVSKL Malaysia menghadirkan narasumber hebat yang merupakan Konsultan Kardiologi berpengalam menangani pasien jantung dalam dan luar negeri yaitu Dr. Lawrence Chan Hon Wah, MBBS (Hons 1)(UNSW), MRCP (UK), FNHAM. dalam Seminar Ilmiah.

Moh. Rizal selaku Representatif RS CVSKL Surabaya menyampaikan bahwa, Seminar Ilmiah ini dikhususkan untuk para tenaga kesehatan seperti Dokter Spesialis, Dokter Umum, Perawat dan Mahasiswa Kedokteran yang menjadi garda terdepan dalam menangani Pandemi Covid 19.

“Peserta sangat antusias mengikuti Seminar Ilmiah yang digagas oleh RS CVSKL dan PARAHITA Diagnostic Center bersama IDI Surabaya. Terbukti, ada 800 orang yang mendaftar,” kata Rizal saat dijumpai usai webinar di Surabaya, Kamis, (24/09/20).

Dalam Seminar Ilmiah tersebut, Dr. Lawrence Chan Hon Wah, berbagi ilmu kepada para tenaga kesehatan di Indonesia dengan membawakan materi tentang cara penanganan terbaru penyakit jantung Koroner.

“Penyakit jantung koroner adalah penyakit paling mematikan di Indonesia yang disebabkan karena adanya penumpukan plak pada pembuluh darah koroner,” terang Dr. Lawrence.

Dr. Lawrence menjelaskan, salah satu penanganan jantung koroner adalah Angioplasty  yaitu pemasangan ring jantung/stent. Pemasangan ring/stent terlalu lebar, bisa menyebabkan pembuluh darah pecah. Jika kekecilan stent tidak bisa bekerja dengan maksimal. Dengan perkembangan teknologi, keakuratan pemasangan stent semakin bagus.

Oleh karena itu lahirlah IVUS atau Intravascular Ultrasound yang merupakan alat pemeriksaan pembuluh darah yang masuk ke dalam vaskuler. Biasanya dalam penanganan jantung coroner, kateterlah yang digunakan. Namun kateter hanya melihat dari luar atau berada di muara pembuluh darah,

“Namun, dengan IVUS bisa masuk sampai ke pembuluh darah. IVUS bisa memberikan gambaran detail tentang Plak, mengukur beban plak, memandu ukuran stent, menilai perluasan stent, dan mengidentifikasikan komplikasi procedural. Teknik IVUS ini digunakan sebagai tambahan diagnosis dan pengobatan arteri dan vena,” paparnya.

Dengan teknik IVUS dan teknik terbaru lainnya yaitu Tomografi Koherensi Optik (OCT) telah merevolusi ketepatan penanganan Angioplasty atau pemasangan ring jantung.

Perlu diketahui, RS CVSKL Malaysia adalah rumah sakit terintegrasi yang mengkhususkan diri dalam perawatan modern bagi pasien yang menderita penyakit jantung dan pembuluh darah. Didukung oleh rekam jejak pencapaian dan keahlian yang bermutu, tim yang terdiri dari kardiologi, ahli bedah kardiotoraks, ahli bedah vascular, dan ahli anastesi jantung yang berdedikasi dan dipilih secara khusus memastikan standar terdepan dari perawatan berbasis bukti dan profesional.

Dalam masa pendemi Covid 19, Malaysia masih melakukan pembatasan kunjungan warga negara lain. Terhitung dari Maret 2020 sampai akhir desember 2020 nanti. Namun ada beberapa pengecualian, misalnya masuk dengan penerbangan pesawat pribadi dan sudah dapat persetujuan dari MHTC.

“Jika tidak darurat dan hanya ingin berkonsultasi tentang penyakitnya, bisa melakukan konsultasi jarah jauh dengan Tele Konsultasi,” ungkap Rizal.

Untuk perwakilan RS CVSKL Malaysia di Indonesia ada 3 yaitu di Surabaya (Ahmad Rizal-081131197072), Jakarta (Dessy-087771314088) dan Kep Riau (Ling Ling-+60 167-880-400). Atau melalui website di www.cvskl.com. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Tulus
  • Penerbit : Dwito

You may also like...