Melalui FIFpreneur 2026, FIFGROUP Ajak Purnabakti Tetap Aktif
JAKARTA || WARTAINDONESIA.co – Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap karyawan yang memasuki masa purnabakti agar tetap aktif dan berkarya, FIFGROUP menghadirkan program FIFpreneur 2026.
Melalui Inaugurasi dan Kick Off FIFpreneur 2026 yang diadakan pada Jumat, (17/07/26), FIFGROUP membekali para karyawannya agar mampu merancang langkah usaha secara lebih terarah sebelum memasuki masa purnabakti.
Direktur FIFGROUP, Esther Sri Harjati mengatakan bahwa, masa purnabakti bukan akhir untuk berkarya, tetapi menjadi awal perjalanan baru yang perlu dipersiapkan secara matang. Melalui program FIFpreneur karyawan yang memasuki masa purnabakti diajak untuk terus aktif berkarya.
“FIFpreneur merupakan program pemberdayaan yang dirancang untuk membantu karyawan mempersiapkan masa purnabakti secara lebih produktif, mandiri, dan sejahtera melalui kegiatan kewirausahaan,” kata Esther, Senin, (20/07/26).
Dimana, lanjut Esther, peserta mendapatkan pembekalan, pendampingan, serta kesempatan belajar dari mentor dan purnabakti yang telah memiliki pengalaman langsung dalam menjalankan usaha. FIFpreneur tidak hanya berfokus pada kemampuan membuka usaha, tetapi juga membantu peserta membangun pola pikir, kesiapan, dan keberanian dalam menghadapi fase kehidupan yang baru.
“Memasuki masa purnabakti tentu membutuhkan persiapan yang matang, baik secara finansial maupun mental,” terangnya.
Melalui FIFpreneur, insan FIFGROUP akan didampingi agar tetap memiliki semangat, tujuan, dan kesempatan untuk terus berkarya.
Helly Koesdianto, purnabakti FIFGROUP sekaligus peserta FIFprenuer batch 2025 yang kini aktif menjalankan usaha indekos sebagai sumber penghasilan sekaligus aktivitas produktif setelah menyelesaikan masa kerjanya.
Kegiatan ini menjadi momentum apresiasi bagi peserta yang telah menyelesaikan rangkaian pengembangan usaha sekaligus menandai dimulainya perjalanan peserta baru dalam mempersiapkan bisnis menjelang masa purnabakti.
Peserta semakin antusias pada saat sesi berbagi inspirasi bersama Helly Koesdianto, yang mengangkat perjalanan dan pengalamannya dalam membangun serta mengelola usaha indekos dalam proses memasuki masa purnabakti.
Dalam sesi tersebut, Helly membagikan berbagai pembelajaran, mulai dari menentukan jenis usaha yang sesuai dengan kemampuan dan aset yang dimiliki, mempersiapkan modal, memilih lokasi, mengelola operasional dan tips menjaga fasilitas.
Usaha indekos dipilih karena menurut Helly, usaha ini memiliki potensi pendapatan yang relatif berkelanjutan, walaupun memang tetap membutuhkan perencanaan, kedisiplinan, pelayanan, serta pengelolaan keuangan yang baik agar dapat terus berkembang.
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 31 peserta mengikuti inaugurasi setelah menyelesaikan rangkaian program pengembangan usaha. Sementara itu, sebanyak 26 peserta baru akan mengikuti proses pembelajaran dan pendampingan selama 1 Tahun.
Rangkaian program mencakup pemetaan potensi dan minat usaha, penyusunan model bisnis, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, pelayanan pelanggan, pengelolaan risiko, hingga penyusunan rencana pengembangan usaha. Peserta juga memperoleh kesempatan berdiskusi dengan mentor serta pelaku usaha yang telah memiliki pengalaman di bidangnya. (*)
- Pewarta : Angga DKI
- Foto : Istimewa
- Editor : Ronie Dwito