Warga Nekat Mudik Lebih Awal Sebelum Larangan Mudik Lebaran Diterapkan

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Menjelang hari akhir larangan mudik lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah yang ditetapkan pemerintah mulai tanggal 6-17 Mei 2021, membuat masyarakat berbondong bondong untuk mudik lebaran lebih awal.

Pantauan tim wartaindonesia.co di Stasiun Gubeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya pada Rabu, 05 Mei 2021 juga terlihat lonjakan penumpang meskipun tidak terlalu signifikan.

Lonjakan penumpang yang terjadi disebabkan adanya ketakutan masyarakat yang tidak bisa mudik ke kampung halaman saat libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1442 H karena adanya kebijakan pemerintah terkait larangan mudik lebaran.

Seperti yang dirasakan salah satu penumpang, Fitria (23) asal Madiun yang kuliah di Kota Surabaya. Fitria mengaku sebelum pandemi dirinya biasa mudik atau pulang kampung ke Madiun pada H-2.

“Namun, karena pandemi pemerintah mengeluarkan edaran baru terkait larangan mudik lebaran mulai 6-17 Mei 2021 demi mencegah penyebaran Covid-19,” kata Fitria, Rabu, (05/05/21).

Hal tersebut yang kemudian membuat Fitria nekat mudik lebih awal. Dari pada tidak bisa pulang ke Madiun dirinya memilih mudik lebih awal sebelum larangan mudik lebaran tanggal 06 Mei 2021 diterapkan. Meskipun, Fitria juga sedikit kerepotan harus menyiapkan beberapa persyaratan seperti Rapid Tes PCR atau Antigen dan Ge-Nose yang berlaku hanya 1×24 jam sebelum keberangkatan kereta.

“Saya tinggal di daerah Sepanjang. Pagi jam 09.00 wib saya harus ikut tes Ge-Nose di Stasiun Gubeng. Sedangkan, jadwal keberangkatan kereta api pukul 14.00 wib. Otomatis, saya harus rela mondar mandir demi bisa pulang ke Madiun,” terangnya.

Disinggung terkait akan adnya karantina bagi warga yang nekat mudik, Fitria hanya mengaku pasrah dan berdoa berharap bisa pulang sampai tujuan dengan aman tanpa ada halangan apapun.

Baca Juga  Peneliti ITS : Hujan Deras Bukan Satu Satunya Penyebab Terjadinya Banjir

“Saya di Surabaya kan kos gak ada saudara. Kalau tidak pulang ke Madiun sedih banget tidak bisa kumpul keluarga,” ungkapnya dengan mimik sedih.

Rata rata masyarakat menggunakan jasa transpotasi KAI untuk melakukan perjalanan mudik menuju Madiun, Yogyakarta, Semarang, Solo dan Bandung. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Tulus
  • Penerbit : Dwito

You may also like...