TPS Perkuat Layanan Logistik Melalui Pembaruan Operasional dan Alat Bongkar Muat Handal

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kelancaran arus logistik nasional melalui serangkaian pembaruan operasional dan penambahan fasilitas baru.

Dalam sebuah forum silaturahmi dan dialog pada Sabtu, (28/02/26) di Gedung Administrasi TPS, TPS menyampaikan hadirnya alat bongkar muat baru diproyeksikan dapat mendorong efisiensi logistik dan peningkatan kunjungan kapal secara bertahap.

Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menyampaikan bahwa, sebagai upaya menjaga keseimbangan layanan di Pelabuhan Tanjung Perak, sebagian unit Container Crane (CC) juga dialokasikan ke Terminal Berlian.

“Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan distribusi layanan yang lebih merata dan mendukung kelancaran operasional di kawasan pelabuhan,” ucap Wahyu.

Oleh karena itu, lanjut Wahyu, pentingnya keterbukaan informasi. TPS berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang transparan, modern dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Melalui website resmi TPS (web access), seluruh aktivitas operasional dapat dipantau secara real time.

Ketua DPW Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menjelaskan, pembaruan fasilitas ini memberikan angin segar bagi para pelaku logistik. Hampir seluruh peralatan bongkar muat kini merupakan unit baru yang siap mendukung proses pelayanan secara optimal.

“Ditambah lagi dengan adanya fasilitas tambahan seperti area fumigasi dan alat pemindai baik ekspor maupun impor yang telah dioperasikan, sehingga pemeriksaan barang dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terintegrasi,” terang Sebastian.

“Sinergi antara pelaku usaha dan pengelola terminal menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus logistik di Jawa Timur,” imbuhnya.

Sedangkan, Direktur Operasi, Noor Budiwan, menambahkan, TPS telah menerapkan pengaturan ritme kerja yang lebih adaptif, termasuk strategi pengendalian antrian jelang periode lebaran. Penyesuaian pola kerja saat sahur dan buka puasa diterapkan untuk memastikan kelancaran operasi.

Baca Juga  Dukung Perkembangan Ekonomi Daerah, Pertamina Tambah 8 Titik Lembaga Penyalur BBM

“Berkat komunikasi yang intensif dan koordinasi antarpihak, jumlah keluhan eksternal menurun signifikan,” ungkap Budiwan.

Selain itu, pemantauan terhadap forecast ekspor dan impor dilakukan secara berkala untuk memastikan fleksibilitas penggunaan area Container Yard (CY), baik inbound (peti kemas masuk) maupun outbound (peti kemas keluar).

TPS telah kedatangan total 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dalam tiga batch. Saat ini, empat unit RTG telah resmi beroperasi dan akan menyusul sepuluh RTG lainnya secara bertahap. Sehingga, memberikan kontribusi pada kelancaran layanan.

Pada akhir bulan April nanti, TPS juga akan kedatangan 4 CC yang baru yang rencananya akan dioperasikan pertengahan tahun 2026. Dengan kedatangan alat baru ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional sehingga layanan menjadi lebih efisien, mempersingkat waktu sandar kapal dan membuka peluang peningkatan terminal handling capacity. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Rizal IT

You may also like...