Upcara Pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Surabaya

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka memperingati Tahun Kencana setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia, umat Buddha melakukan upacara pengecoran Rupang Buddha Nusantara.

Mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”, upacara pengecoran Rupang Buddha Nusantara dilakukan di berbagai pulau mewakili nusantara. Termasuk di Kota Surabaya.

Pengecoran pertama dilakukan di Pulau Sumatra (Medan), Kedua Pulau Kalimantan (Samarinda), Ketiga Pulau Bali (Denpasar), Keempat Pulau Sulawesi (Palu). Sedangkan, kelima Pulau Jawa dilakukan pada Minggu, (17/05/26) di Vihāra Dhamma Jaya Surabaya.

Lokasi Upcara Pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Vihāra Dhamma Jaya Surabaya. (Foto : Tulus/Warta Indonesia)

Ketua Umum Pengecoran Rupang Buddha Nusantara, Bhikku Atthadhiro Thera menyampaikan bahwa, upacara pengecoran ini menjadi simbol persatuan bagi umat Budha dalam peringatan setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia.

“Rupang Buddha Nusantara ini merupakan simbolisasi bumi menjadi saksi penanda replika Rupang Buddha yang ditemukan di komplek Candi Sewu Jawa Tengah pada Mei 2025 lalu,” ucap Bhikku Atthadhiro.

Berdasarkan temuan ini maka Panitia menjadikannya sebagai prototipe dalam pembuatan Rupang Buddha Nusantara. Prototipe Rupang Buddha Nusantara dengan mudrā (sikap tangan) Bhūmisparsa yang memiliki makna “Bumi sebagai saksi dari kumpulan kebajikan”.

“Sedangkan, dalam proses pembuatannya akan dikerjakan oleh seniman dari Amertha Art Studio yakni Sugito Sutarmin. Dimana, logam yang digunakan dalam pengecoran ini sepenuhnya adalah donasi dari umat Buddha,” terangnya.

Bhikku Atthadhiro juga menjelaskan, berbagai rangkaian melengkapa upacara pengecoran Rupang Buddha Nusantara. Dimana, diawali dengan persembahan Puja, penyalaan lilin dan dupa, Namakara Patha, penyerahan logam, hingga Dhammadesana Aradhana.

Selain itu, dalam upacara ini umat juga turut bertekad dengan niat yang luhur disertai dengan lantunan doa (Paritta Suci) oleh para Bhikkhu yang hadir sebanyak ±40 Bhikkhu dari Saṅgha Theravāda Indonesia.

Baca Juga  Grand Inna Tunjungan Hadirkan Iftar Menggoda Bertajuk Pasar Malam Ampel

Wakil Kepala Saṅgha Theravāda Indonesia, Bhikkhu Sri Subalaratano Mahāthera menambahkan, Rupang Buddha Nusantara ini menandai setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia sebagai Rupang Buddha yang berharga, monumental, serta historikal.

“Rupang Buddha bagi umat Buddha merupakan sarana untuk menumbuhkan keyakinan yang didasari pengertian benar, hidup bermoral, kemurahan hati, dan kebijaksanaan,” ungkap Bhikkhu Sri.

Sedangkan, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemeterian Agama, Drs. Supriyadi MP.d mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu program yang dikembangakn Kementerian Agama yaitu Moderasi Beragama. Perlu diketahui, agama Budha pernah memberikan pengaruh peradapan bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pentingnya kita turut menjaga dan menghormati budaya para leluhur umat Budha. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Tulus
  • Editor : Rizal IT

You may also like...