Angka Stunting Kabupaten Magelang Menurun, Vita Ervina Himbau Program Pencegahan Diperluas
MAGELANG || WARTAINDONESIA.co – Upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Magelang menunjukkan hasil positif.
Berdasarkan data terbaru tahun 2026, angka stunting di wilayah ini turun menjadi 15 persen dari sebelumnya 18 persen pada 2025. Penurunan ini menjadi sinyal baik dalam mendukung target nasional penurunan stunting hingga 14 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan sosialisasi program keluarga yang digelar Dinas BKKBN Kabupaten Magelang bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, sebagai bagian dari penguatan program kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Dian Ekawati mengatakan bahwa, tren penurunan angka stunting di Kabupaten Magelang menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor mulai membuahkan hasil.
“Kita mengusahakan dan selalu mengharapkan dengan kolaborasi dan sosialisasi yang dilakukan ini dapat memotivasi tim pendamping keluarga untuk juga menyampaikan kepada masyarakat pentingnya mencegah stunting melalui program-program yang sudah diberikan,” ujar Dian, Selasa, (19/05/26).
Menurutnya, peran tim pendamping keluarga menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pola asuh, pemenuhan gizi, dan pencegahan stunting sejak dini.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menegaskan bahwa program pencegahan stunting merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Program cegah stunting dari BKKBN ini sangat penting. Kami berharap program ini dapat terdistribusi dengan baik kepada keluarga di Kabupaten Magelang sehingga mampu menjadi salah satu jembatan menuju Indonesia Emas nanti,” terang Vita.
Ia juga mendorong agar pemerintah pusat maupun daerah menambah alokasi anggaran untuk mendukung program kesehatan masyarakat, terutama yang berfokus pada peningkatan kualitas generasi masa depan.
“Program-program seperti ini perlu diperbanyak. Dukungan anggaran juga harus terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” tandasnya.
Dalam pemetaan terbaru, Desa Krincing, Kecamatan Secang, menjadi salah satu wilayah prioritas penanganan stunting sekaligus daerah percontohan. Penanganan di wilayah ini dilakukan secara terintegrasi melalui kolaborasi BKKBN dengan Diskominfo Kabupaten Magelang melalui sistem dashboard digital.
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Bella Pinarsih menjelaskan, percepatan penanganan stunting dilakukan melalui penguatan organisasi perangkat daerah (OPD) serta pendekatan kolaboratif berbasis keluarga dan masyarakat.
“Percepatan penanganan stunting dilakukan melalui penguatan lintas OPD dan pendekatan kolaboratif berbasis keluarga. Peran orang tua sangat penting, terutama dalam pendidikan, pemahaman, dan pola asuh anak,” ungkap Bella.
Pemkab Magelang berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPR RI, BKKBN, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar target penurunan stunting nasional dapat tercapai, sekaligus menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa mendatang. (*)
- Pewarta : Diwan Ndut
- Foto : Istimewa
- Editor : Ronie Dwito