ASUS Integrasikan Arsitektur AI Hybrid di Seluruh Perangkat Komersial

JAKARTA || WARTAINDONESIA.co – Bertujuan membantu perusahaan menyeimbangkan performa dan biaya saat menerapkan aplikasi AI generatif, ASUS mengumumkan integrasi arsitektur AI hybrid di seluruh lini perangkat komersial.

Perangkat yang terintegrasi arsitektur AI hybrid diantaranya laptop ASUS ExpertBook, desktop ASUS ExpertCenter, dan PC mini ASUS NUC yang memungkinkan adopsi AI yang lebih praktis dan terukur di berbagai lingkungan kerja.

Bryan Chang, General Manager of Commercial PC BU, ASUS mengatakan bahwa, pendekatan berbasis cloud murni tidak hanya menimbulkan biaya yang tinggi dan tidak dapat diprediksi. Tetapi, juga menciptakan tantangan operasional, menjadikan efisiensi biaya sebagai hambatan utama bagi penerapan AI skala besar.

“Untuk mengatasi tantangan ini, ASUS memperkenalkan arsitektur AI hybrid yang secara dinamis mendistribusikan beban kerja antara perangkat lokal dan cloud,” kata Bryan, Senin, (01/06/26).

Menurut Bryan, dengan menangani sebagian tugas AI secara lokal dan mencadangkan cloud untuk beban kerja yang lebih kompleks, arsitektur ini mempertahankan performa sekaligus secara signifikan mengurangi keseluruhan biaya inferensi dan meningkatkan fleksibilitas penerapan di berbagai faktor bentuk perangkat.

“Menyeimbangkan performa dan biaya telah menjadi tantangan penting seiring peningkatan skala adopsi AI di perusahaan,” terangnya.

Dengan AI hybrid, Asus ingin memindahkan lebih banyak pemrosesan AI ke perangkat, mengurangi ketergantungan pada sumber daya cloud, serta meningkatkan efisiensi dan kepraktisan.

Pada tingkat teknologi, arsitektur ini mengintegrasikan teknologi ekstensi memori aiDAPTIV™ dari Phison, yang memungkinkan perangkat dengan sumber daya perangkat keras terbatas untuk mendukung model bahasa skala menengah hingga besar secara lokal.

Menurut hasil dari PinchBench, sebuah sistem benchmarking untuk mengevaluasi model LLM sebagai agen pengkodean OpenClaw, pendekatan inferensi hybrid dapat mengurangi biaya inferensi untuk model skala menengah hingga besar (seperti 26B dan 35B) hingga 70% dengan tetap mempertahankan performa dan hemat biaya untuk penerapan AI di perusahaan.

Baca Juga  David Koeswoyo Membuat Suasana Temu Kangen KBKP Makin Meriah

Dengan portofolio beragam yang mencakup laptop, desktop, dan PC mini, ASUS memperluas kemampuan AI hybrid di berbagai kasus penggunaan perusahaan. Kasus penggunaan ini mencakup mulai dari terjemahan multibahasa, penyusunan email bisnis, ringkasan catatan rapat, ringkasan kontrak dan dokumen panjang, tanya jawab basis pengetahuan internal, layanan pelanggan otomatis dan respons FAQ, manajemen catatan CRM dan dukungan penjualan.

Dengan menangani tugas-tugas ini secara lokal, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada konsumsi token cloud sembari meningkatkan privasi data dan efisiensi respons, sehingga menciptakan pendekatan yang lebih hemat biaya untuk penerapan AI.

Ke depannya, ASUS akan terus memajukan PC AI dan platform komputasi komersialnya dengan mengintegrasikan perangkat keras, perangkat lunak, dan kemitraan ekosistem. (*)

  • Pewarta : Angga DKI
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Ronie Dwito

You may also like...