Unesa Dukung Program SNT di Kupang dan Tidore

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Sebagai kampus yang terkenal dengan julukan “Rumah Para Juara”, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) turut mendukung program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang berlangsung di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.

Dukungan tersebut diberikan Unesa melalui penyiapan dan pendampingan Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP).

Bersama Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) lainnya, Unesa mendapat mandat untuk memastikan para pendamping memiliki kesiapan akademik dan profesional sebelum menjalankan tugas di sekolah sasaran.

Ketua Tim Program SNT LPTK Unesa, Mochamad Nursalim, mengatakan bahwa, pemerataan pendidikan bermutu tidak hanya berkaitan dengan tersedianya sekolah, tetapi juga kemampuan menghadirkan pembelajaran berkualitas di wilayah yang menghadapi tantangan geografis.

“Sedangkan, kesiapan pendamping menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program,” kata Nursalim, Jumat, (28/08/26) di Surabaya.

Menurut Nursalim, selain mendapatkan dukungan selama masa penempatan sesuai ketentuan program, para TPP juga mengikuti proses seleksi yang mempertimbangkan kompetensi bidang studi, kemampuan komunikasi dan kolaborasi, serta kesiapan beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka bertugas.

Program SNT di Kupang dan Tidore merupakan bagian dari 17 lokasi penyelenggaraan SNT di Indonesia. Pada tahap awal, program menyasar jenjang SMP dan SMA dengan masing-masing dua rombongan belajar.

TPP ditempatkan untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus membantu sekolah mengembangkan inovasi, memanfaatkan teknologi pendidikan, dan membangun komunikasi dengan berbagai unsur sekolah.

Koordinator pendampingan SNT Kabupaten Kupang, Andi Kristanto menjelaskan, program SNT selaras dengan prioritas pemerintah dalam mewujudkan pemerataan mutu pendidikan. Program ini menggunakan pola baru yang mengintegrasikan penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta inovasi pembelajaran. Pola tersebut diharapkan menghasilkan dampak yang berkelanjutan.

Baca Juga  SD Labschool Implementasikan Program Pendidikan Individual bersama Tim PKM UNESA

“SNT dirancang dengan pendekatan yang mengintegrasikan penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta inovasi pembelajaran,” terang Andi.

Sedangkan, anggota Tim Seleksi TPP, Yes Matheos Lasarus Malaikosa, menambahkan, seluruh TPP yang lolos telah melalui proses seleksi dan dinilai memenuhi persyaratan sesuai bidang tugas.

“Seluruh TPP yang dinyatakan lulus telah mengikuti proses seleksi secara objektif. Para TPP telah memenuhi persyaratan, memiliki kompetensi sesuai bidang studi, dan dinilai layak melaksanakan tugas pendampingan pembelajaran di lokasi SNT masing-masing,” terang Matheos.

Pelaksanaan monitoring di Kabupaten Kupang dan Kota Tidore Kepulauan menunjukkan respons positif dari TPP, guru, dan peserta didik. Para TPP juga telah mengikuti pelatihan dan mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kehadiran program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran, membangun budaya belajar, serta membuka akses pendidikan bermutu bagi peserta didik di wilayah yang memiliki tantangan layanan pendidikan, terutama dalam mendukung pencapaian SDG- 4 sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Rizal IT

You may also like...