Keseruan Lomba Hadrah Banjari di FESyar Jawa 2026

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Selain Lafadz Kaligrafi, lomba Hadrah Banjari ternyata turut mencuri perhatian banyak pengunjung di Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 pada Sabtu, (26/09/26).

Lomba Hadrah Banjari yang diikuti grup hadroh/banjari dari berbagai kalangan di wilayah regional (Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY) ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan penguatan ekonomi dan keuangan syariah.

Dalam kesempatan lomba Hadrah Banjari ini, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur selaku tuan rumah FESyar Jawa 2026 menampilkan 10 grup finalis terpilih yang bersaing untuk memperebutkan panggung utama.

Perlu diketahui, festival Hadroh Banjari adalah ajang kompetisi atau perayaan seni pertunjukan musik rebana tradisional yang melantunkan puji-pujian dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dimana, kegiatan ini dilombakan secara berkelompok dengan menilai kekompakan, keindahan suara, serta variasi tabuhan alat musik terbang khas Al-Banjari

Untuk unsur penilaian utama diantaranya, Vocal adalah kejelasan lafal, nada, dan keharmonisan suara penyanyi. Sedangkan, Tabuhan adalah kerapian, kecepatan, dan variasi irama pukulan rebana. Dan Adab adalah Kesopanan, kerapian busana, dan kekompakan tim di atas panggung.

Ada tiga tujuan dan makna dalam lomba Hadrah Banjari. Pertama, sebagai media dakwah yaitu menyebarkan nilai-nilai Islam melalui lantunan selawat. Kedua, pelestarian budaya agar bisa menjaga warisan seni Islami agar tetap digemari generasi muda. Terakhir, sebagai ajang Silaturahmi untuk mempererat kebersamaan antar-grup hadroh dari berbagai daerah.

Semua peserta lomba Hadrah Banjari terlihat tampil secara maksimal agar bisa merebutkan hadiah berupa uang pembinaan bernilai jutaan rupiah, trofi, serta sertifikat.

Fanni (21) pengunjung asal Sidoarjo Jawa Timur mengaku kagum dan bangga melihat peserta lomba Hadrah Banjari rata rata masih muda namun sudah pandai memainkan alat musik rebana tradisional serta melantunkan selawat Nabi Muhammad SAW dengan merdu.

Baca Juga  Muamalah Executive Class Bank Muamalat Wujudkan Mimpi Menuju Baitullah

“Meskipun baru pertama kali melihat secara langsung Hadrah Banjari di FESyar Jawa 2026, saya sangat bangga sekali. Ini bisa mnjadi pendorong semangat buat generasi muda Indonesia agar bisa terus berprestasi,” kata Fanni.

Hal senada juga disampaikan Sofia Shafa (16) pelajar SMAN 1 Waru Sidoarjo. Ia mengaku senang mendengarkan lagu lagu sholawat Nabi Muhammad SAW. Selain, merdu dan menenangkan hati, juga sebagai umat muslim harus bisa turut melestarikan pertunjukan musik rebana tradisional.

“Mungkin karena lingkungan keluarga saya yang notobennya muslim dan pernah ikut mondok, musik rebahan dan sholawat Nabi Muhammad SAW menjadi hal yang biasa dilantunkan. Sehingga, membuat perasaan dan hati ini berasa tenang dan damai,” ungkap Sofia sembari tersenyum. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Tulus
  • Editor : Rizal IT

You may also like...