Bersinergi Bersama Pelaku Industri, Disperindag Kembangkan Perekonomian Jawa Timur

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co  – Sektor industri pengolahan pada semester I tahun 2019 tumbuh sebesar 7,05%, masih banyak bergantung pada bahan baku impor. Impor bahan baku sampai dengan Agustus 2019 mencapai 78,09 % dari total nilai impor. Untuk itu, upaya-upaya subtitusi bahan baku impor harus terus di tingkatkan melalui optimalisasi potensi di masing-masing daerah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Drajat Irawan, SE., MT dalam acara Forum Komunikasi & Temu Bisnis Industri berbasis Agro Jawa Timur pada Rabu, 30 Oktober 2019 di Gedung Dyandra Surabaya.

Dengan mengambil tema “Eksplorasi peluang bisnis dan strategi pengembangan industri agro Jawa Timur” Forum Industri ini diikuti lebih dari 100 pelaku industri di Jawa Timur mulai dari skala kecil hingga besar.

Drajat Irawan mengatakan bahwa, acara forum komunikasi dan temu bisnis ini sangatlah penting dan bermanfaat dalam rangka peningkatan daya saing industri. Dan, diharapkan, acara ini mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan Industri Agro.

“Industri Agro membuka lapangan kerja, Industri juga memberikan nilai tambah kepada masyarakat, dan menjadi salah satu faktor yang mampu mengurangi tingkat kemiskinan di masyarakat. Selain itu Industri Agro juga menyumbang 20% PDB,” tutur Drajat dalam sambutannya, Rabu, (30/10/19).

“Saat ini kita memasuki era digital yang menuntut otomatisasi, digitalisasi, dan konektifitas di berbagai sektor usaha, terlebih di sektor usaha industri dan perdagangan. Ekonomi digital ini harus kita arahkan secara tepat agar mendorong penguatan industri berbahan baku lokal,” sambungnya.

Disampaikan juga, Industri 4.0 dengan demikian tidak semata-mata dimaknai sebagai digitalisasi dan efisiensi proses produksi, tetapi juga optimalisasi penggunaan bahan baku lokal untuk mendukung subtitusi impor.

Baca Juga  Fesyar 2020 Langkah BI Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Regional

Dalam upaya mempercepat proses industrialisasi untuk mendukung pembangunan ekonomi di Jawa Timur sekaligus mengantisipasi dampak negatif globalisasi dan liberalisasi ekonomi dunia dan perkembangan di masa yang akan datang, diperlukan suatu arahan dan kebijakan yang jelas.

Dalam kesempatan forum tersebut, juga mendatangkan narasumber dari berbagai latar belakang. Seperti dari sektor pemerintahan yaitu Kepala Bagian Program Evaluasi Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian RI Sumarno yang membahas tentang ”Strategi Pengembangan Industri Agro dan Peta Potensi Ekspor Industri Agro”, Ir. Yusianto mewakili Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, membahas ”Peluang dan Tantangan Industrialisasi Kopi dan Kakao di Jawa Timur”, Drs. Kresnayana Yahya, MSc Pengamat Ekonomi  tentang Strategi menghadapi Revolusi Industri 4.0 bagi industri Kecil Menengah (IKM) Agro”, dan Roni Susanto W Head Of Engineering dari PT. Garuda Food, tentang ”Implementasi Industri 4.0 pada Industri Pangan Olahan” . (Tls)

You may also like...