Tim Pengendalian Inflasi Daerah Terus Menjaga Stabilitas Harga di Tengah Pandemi Covid-19

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Kondisi inflasi relatif stabil dan terjaga dalam rentang target inflasi nasional yakni 3±1%. Ini karena adanya upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah, baik di level Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam menjaga stabilitas harga, ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi komoditas pangan strategis di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah karena dampak dari virus corona (Covid-19).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, dalam kesempatan diskusi bersama media Jatim yang dikemas melalui teleconference pada Selasa, 28 April 2020 di Surabaya.

“Terlebih dengan diresmikannya Lumbung Pangan Jatim sebagai bentuk upaya untuk memastikan tersedianya pasokan pangan strategis dengan harga yang stabil,” kata Difi melalui dialog via teleconference, Selasa, (28/04/20).

“Dengan layanan yang sesuai protokol Covid-19, serta dapat diakses secara online, Lumbung Pangan Jatim mampu mendukung pemenuhan kebutuhan pangan strategis masyarakat Jawa Timur di kondisi pandemi Covid-19,” sambungnya.

BI Provinsi Jatim juga terus berupaya untuk mendorong sektor rill (UMKM dan Pesantren) melalui peningkatan kapasitas secara digital. Beberapa pelatihan terus dilakukan secara digital agar UMKM mampu bertahan selama pandemi Covid-19.

“Pelatihan tersebut mencakup kemampuan adaptasi produksi (shifting) usaha, hingga digital marketing untuk memperluas jangkauan penjualan produk UMKM,” terangnya.

BI Provinsi Jawa Timur juga akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan otoritas terkait dalam menempuh langkah-langkah kolektif untuk melakukan pemantauan, asesmen dan mitigasi implikasi penyebaran COVID-19 terhadap stabilitas ekonomi di Jawa Timur.

Sedangkan, Harmanta, Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Provinsi Jawa Timur, menambahkan, bahwa, pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2020 diprakirakan akan mengalami kontraksi akibat adanya Covid-19 dan diperkirakan akan kembali tumbuh tinggi pada tahun 2021 (V-shape Recovery) sejalan dengan hasil positif sejumlah bauran kebijakan yang ditempuh banyak negara di 2020 dalam menghadapi pandemi Covid-19 termasuk Indonesia.

“Hal tersebut mendorong pula optimisme perekonomian Jawa Timur yang akan recovery yang lebih cepat, sejalan dengan respon penanganan Covid-19 dari berbagai pihak, baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta dukungan masyarakat secara umum,” ungkap Harmanta.

Optimisme tersebut didukung dengan hasil asesmen IMF yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2020 diprakirakan akan mengalami kontraksi sebesar -3% (yoy), namun diperkirakan akan kembali tumbuh tinggi sebesar 5,8% di tahun 2021, tambah Harmanta, Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Photo : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...