Kuasa Hukum : Terkait LP Rekayasa dan Dugaan Jos Terima Uang Suap Itu Tidak Benar

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Viralnya Video dan pemberitaan terkait Kasus Tanah Pandegiling yang menyebutkan adanya LP rekayasa karena diduga adanya uang suap dibantah secara keras oleh Carloste Josafat.

Carloste Josafat yang akrab disapa Jos merupakan karyawan lepas Lisa Rahmat dari “Lisa Associate”. Dimana, Lisa Associate merupakan kuasa hukum atau orang yang menghandle setiap masalah hukum di keluarga besar Fanny Halim yang mengklaim pemilik lahan di Jalan Raya Pandegiling 119-125 Surabaya.

Oleh karena itu, pada Rabu, 14 April di Kawasan MERR Surabaya Carloste Josafat didampingi kuasa hukum Hanto Legiono Sugiarto, S.H., bersama juru bicara resmi Fabio Jokebed, S.H., menggelar klarifikasi secara resmi.

Hanto Legiono Sugiarto, S.H., selaku Kuasa Hukum Carloste Josafat menyampaikan bahwa,  pihaknya tidak berada dalam kapasitas menyalahkan atau menyudutkan salah satu pihak. Pihaknya hanyalah berstatus sebagai pelapor.

“Berikut klarifikasi yang kami rangkum dalam sebuah kronologis detail saat tanggal kejadian, Selasa (2/2/2021) dan beserta info pendukung lainnya (baik sebelum atau setelah tanggal tersebut yang kami anggap relevan, dan harus kami jelaskan, karena terkait kejadian tanggal Selasa (2/2/2021) tersebut,” kata Hanto, Rabu, (14/04/21).

“Benar bahwa klien kami Jos adalah karyawan lepas, yang sehari harinya bekerja untuk “Lisa Associate” pada saat itu. Namun, per Jum’at (5/3/2021), klien kami Jos telah mengundurkan diri dan tidak bekerja lagi di “Lisa Associate” sekaligus dari pekerjaan penjagaan lahan,” sambungnya.

Dijelasakan juga, bahwa benar Jos ditunjuk resmi oleh lbu Fanny Halim berdasarkan surat kuasa bawah tangan Senin (1/2/2021), untuk menjaga lahan yang diakui milik lbu Fanny Halim di Jalan Raya Pandegiling 119-125, Surabaya.

Namun, Jos mundur dari pekerjaan tersebut diatas karena ada desakan kuat dari beberapa oknum ormas tertentu. Dimana, Jos juga tergabung sebagai anggota dari ormas tersebut. Hal ini dilakukan karena, adanya ikatan rasa persaudaraan yang kuat, dan ditanamkan dalam ormas tersebut. Shingga, Jos mundur secara sukarela.

Baca Juga  Ketua Komnas PA Berharap JPU Menjerat Terdakwa Kasus Pelecehan Dihukum Setimpal

Sedangkan terkait LP rekayasa dan dugaan uang suap sebesar 1 juta rupiah yang diberikan oleh Lisa Rahmat kepada Carloste Josafat, menurut kuasa hukum Jos itu tidak benar. Karena uang sebesar 1 juta rupiah tersebut diberikan secara rutin oleh Lisa Rahmat sebagai bentuk  pembayaran uang makan, transpotasi dan lainnya setiap minggu.

Perlu diketahui, klarifikasi terkait pencabutan Laporan Polisi ke Unit Jatanras, Polda Jatim adalah dalam hari pencabutan, Hanto melanjutkan, sebelum pencabutan dilakukan, klien kami diwawancarai secara Iangsung oleh seseorang yang dikenal klien, berinisial “B”, yang menurut keterangannya adalah wartawan. Dan ternyata wawancara tersebut direkam oleh “B”, dengan menggunakan kamera video HP tanpa diketahui Jos.

Dan rekaman wawancara tersebut-lah yang akhirnya disebar, dan diduga menjadi dasar dari pemberitaan di media online di Surabaya, dan di-upload di media sosial Youtube.

“Klien kami pada tanggal pencabutan LP dibawa ke Polda oleh “B” dan “W”. Dan saat itu klien kami merasakan tertekan untuk melakukan pencabutan tersebut, dan pada juga proses wawancara,” tandasnya.

Perlu dipahami, lanjutnya, klien kami bukanIah orang yang mengérti hukum, tiba-tiba didesak untuk cabut, Ialu digiring untuk mencabut, Ialu digiring untuk wawancara yang dilakukan di lingkungan dalam Polda Jatim, di ruang lbid, Irwasda Polda Jatim, dihadapan oknum yang infonya adalah polisi aktif juga.

“Belum cukup sampai situ, Klien kami dibuatkan Surat Pencabutan oleh oknum polisi dari ibid irwasda Polda Jatim tersebut, lalu direvisi oleh oknum dari Divisi Jatanras, dan klien kami diminta untuk tanda tangan oleh yang membawa Klien kami ke polda saat itu” kata Hanto.

Dan surat pencabutan tersebut diserahkan oleh Klien kami bersama para pengantar yang mengajak Klien kami, kepada Bapak Supriatna (terakhir diketahui menjabat sebagai Kanit Jatanras), dan surat pencabutan tersebut diterima oleh Bapak Supriatna disaksikan oleh para pengantar.

Baca Juga  Nekat Kabur, Pelaku Spesialis Pencurian Motor Matic Dihadiahi Timah Panas

“Klien kami mencabut, karena ada yang mengarahkan, dan menekankan (bukan menekan) kepada Klien kami, bahwa laporan polisi tersebut isinya adalah Klien kami dikeroyok orang, sehingga Klien kami bersedia untuk mencabut,” terangnya.

“Karena klien kami seperti telah disampaikan, Klien kami tidak pernah menerima LP yang dilaporkan, termasuk klien kami kurang mengerti hukum, sehingga sangat rentan sekali posisinya dalam hal,” imbuhnya

“Karena hati nurani Klien kami, Klien tidak mau melapor apa yang tidak terjadi, sehingga jika laporan polisi itu pengeroyokan diri kepada diri Klien, dinyatakan klien tidak ada pengeroyokan kepada klien, itulah salah satu alasan Klien bersedia mencabut Laporan,” tandasnya.

Dalam video yang viral jelas tersirat hal tersebut, bahwa korban tegas menyampaikan tidak ada keroyokan manusia, yang ada adalah dugaan pengrusakan.

“Dalam tahap proses mundurnya klien kami dari Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam kronologis ini termasuk pencabutan, kami tegaskan bahwa klien kami tidak menerima uang dari pihak terlapor atau afiliasi terlapor. Klien kami hanya dibelikan baju seharga Rp 175,000; di DTC mall oleh “B” dan “W”, karena waktu itu Klien kami tidak diperkenankan masuk polda sebab memakai kaos singlet dan baju ormas,” ungkap Hanto. (*)

  • Pewarta : Widodo
  • Foto : WDD
  • Penerbit : Dwito

You may also like...