Haji Her Mengakui Film Foufo Bagus dan Menghibur

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Film komedi scifi terbaru berjudul Foufo garapan Skak Studio yang tayang serentak pada 9 Juli 2026 lalu berhasil mengangkat karakter, budaya dan bahasa Madura melalui cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Hal ini dirasakan oleh pendiri dan pemilik Bawang Mas Group yang membangun bisnis di industri tembakau asal Madura Jawa Timur, H. Khoirul Umam saat nonton bareng (Nobar) bersama Bayu Iskak pada Rabu, (15/07/26) di Studio XXI Delta Plaza Surabaya.

Pria yang akrab disapa Haji Her ini mengaku bangga bahwa film Foufo yang di Sutradarai Bayu Skak sangat lekat dengan karakter masyarakat Madura. Apalagi, 70-80 persen dialognya menggunakan bahasa lokal Madura.

“Saya sangat mendukung film film karya lokal yang menceritakan kehidupan sehar hari masyarakatnya. Salah satunya yah seperti film Foufo ini. Menariknya, film ini dikemas dengan cerita komedi yang membuat penonton tertawa bahagia,” kata Haji Her.

Menurut Haji Her, Film Foufo sangat bagus, lucu da nada nilai edukasinya. Karena, ada kisah menarik yaitu seorang anak yang mau memberangkatkan haji ibunya. Dimana, menurutnya itu sangat Madura sekali.

“Apalagi, peran yang disampaikan menggambarkan karakter sosok orang Madura yang dalam keadaan apapun selalu memegang teguh kejujuran, ibadah, dan sikap saling membantu,” terangnya.

Usai menonton Film Foufo, Haji Her mengaku mengapresiasi dan terhibur dengan film yang mengangkat akar budaya Madura. Dimana selama ini belum ada film seperti ini yang melakukan dan siap menjadi salah satu pendukung kalau ada film sejenis yang akan diproduksi.

Sementara produser dan sutradara Film Foufo Bayu Skak mengatakan akan terus melakukan roadshow dan kegiatan untuk merangsang minat makin banyak penonton. Biasanya film katagori tidak laku dalam penayangan 4-5 hari sudah mulai turun, namun Film Foufo masih terus meningkat jumlah penontonnya.

Baca Juga  Aroma Nikmat “Nasi Kuning Kemerdekaan” ala DEKA Hotel Bangkitkan Semangat Baru

“Kegiatan nonton bareng dan mendatangi gedung bioskop menjadi salah satu cara untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan jumlah penonton. Oleh karena itu, dengan menghadirkan Haji Her ke Kota Surabaya untuk nonton bareng bersama pemain saya optimis penonton akan semakin meningkat,” ungkap Bayu Skak.

Bayu Skak mengakui mungkin saja banyak masyarakat yang ragu ragu untuk nonton film Foufo. Karena akses dan dialognya 80 persen menggunakan bahasa Madura. Namun, setelah menonton, penonton mengakui film Foufo ternyata bagus dan menghibur.

Film yang diperankan oleh Muslim (Tretan Muslim) itu mengisahkan kehidupan seorang pengepul rongsok keturunan Madura yang terdesak harus segera melunasi sisa biaya ibadah haji ibunya.

Namun, situasi berubah ketika ia menemukan bangkai UFO jatuh di pinggiran kota. Alih-alih menjual besi UFO, Muslim justru menyembunyikan UFO dan alien sekarat, lalu ia namai Foufo. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Tulus
  • Editor : Rizal IT

You may also like...