Neotiva RH Collagen Bersertifikasi Halal Kini Hadir di Indonesia
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Dunia kecantikan dan kesehatan masih banyak yang menekankan hasil instan tanpa penjelasan ilmiah yang cukup mengenai proses biologis di balik kapabilitas tubuh.
Menjawab hal tersebut, PT Supio Cosmetics Indonesia (PT SCI) hadir sebagai pelopor utama yang membawa inovasi produk Kolagen RH melalui brand Neotiva ke Indonesia yang sudah bersetifikasi halal.
Jennifer Nathalie, CEO of PT SCI menyampaikan bahwa, Neotiva RH Collagen hadir dengan paradigma baru yang menekankan regenerasi sehat, konsisten, dan berbasis sains. Dengan status halal, produk ini inklusif untuk seluruh masyarakat Indonesia sebagai investasi kecantikan serta kesehatan jangka panjang.

“Kehadiran Neotiva RH Collagen menjadi langkah baru dalam perkembangan industri nutricosmetics kolagen rekombinan modern yang menggabungkan pendekatan kecantikan, kesehatan, dan teknologi dalam satu formulasi inovatif,” ucap Jennifer saat Soft Launching Neotiva RH Collagen pada Rabu, (03/06/26) di ET Space Hall Spazio Building Surabaya.
Mengusung tema The Future of Collagen Beauty, Jennifer ingin memperkenalkan produk terbaru yang dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat modern yang semakin sadar akan pentingnya perawatan tubuh dari dalam secara ilmiah dan berkelanjutan.
PT SCI menghadirkan kemajuan teknologi klinis melalui produk nutricosmetics yang tidak hanya modern, tetapi juga teruji dalam mendukung kesehatan dan regenerasi tubuh. Serta, membangun masa depan industri kecantikan dan kesehatan yang lebih ilmiah, transparan, dan berbasis teknologi.
Salah satu faktor penting yang mendukung penerimaan produk ini adalah jaminan proses dari pabrik yang memiliki Sertifikat Halal resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menjadi aspek krusial bagi konsumen muslim di Indonesia.
Pada awalnya, kolagen lebih banyak dimanfaatkan dalam bidang medis untuk membantu regenerasi jaringan dan pemulihan tubuh. Seiring berkembangnya penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa kolagen dengan teknologi hidrolisat atau RH (Rapid Hydrolyzed/Refined Hydrolyzed) memiliki ukuran molekul lebih kecil sehingga lebih mudah diserap tubuh dan memberikan manfaat yang lebih optimal bagi kesehatan kulit serta tubuh secara menyeluruh.
dr. Isabella Rosellini, MH, CMC, Founder of Avery Clinic yang turut hadir di acara Soft Launching Neotiva RH Collagen menambahkan, kolagen merupakan protein utama yang membentuk hampir 30% dari total protein dalam tubuh manusia dan berperan penting dalam menjaga kekuatan, elastisitas, serta struktur kulit, tulang, sendi, otot, dan jaringan tubuh lainnya.
“Namun seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami mulai mengalami penurunan sekitar 1% setiap tahun sejak usia pertengahan 20-an,” terang dr. Isabella.
Menurut dr. Isabella, faktor modern seperti paparan sinar UV, polusi, kurang tidur, stres, dan pola hidup tidak sehat juga mempercepat kerusakan kolagen sehingga memicu munculnya tanda-tanda penuaan dini. Ini menjadi salah satu alasan utama melakukan treatment dengan menggunakan Neotiva RH Collagen.
Sedangkan, dr. Daniel Widiyanto, Sp. And – Founder of Facena Beauty Clinic menjelaskan, perkembangan produk nutricosmetics kolagen RH berawal dari kemajuan ilmu bioteknologi dan meningkatnya pemahaman tentang pentingnya kolagen sebagai komponen utama pembentuk kulit, tulang, sendi, dan jaringan tubuh manusia.
“Teknologi RH pada kolagen dikembangkan untuk menghasilkan partikel kolagen yang lebih halus dan mudah diserap tubuh sehingga mampu membantu mendukung regenerasi kulit dan kesehatan tubuh secara lebih efektif,” ungkap dr. Daniel.
Perlu diketahui, Neotiva RH Collagen diproduksi di pabrik ARUDA Global yang berlokasi di Daejeon, South Korea. ARUDA merupakan perusahaan medical aesthetics bersertifikasi Halal yang mengembangkan berbagai produk biomaterial, skin booster, dan solusi kecantikan modern dengan dukungan fasilitas produksi dan riset sendiri.
Melalui Neotiva RH Collagen, PT SCI membawa harapan agar para pelaku industri nutricosmetics, klinik kecantikan, wellness, dan longevity dapat berperan lebih aktif dalam memberikan edukasi yang lebih seimbang kepada masyarakat. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Tulus
- Editor : Rizal IT