Aplikasi Parkiro Inovasi Mahasiswa ITS, Berikan Kemudahan Parkir Kendaraan

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Lahan parkir di perkotaan kerap kali menjadi kendala bagi pemilik kendaraan. Sehingga, pengguna kendaraan harus menghabiskan banyak waktu untuk mencari tempat parkir di suatu lokasi.

Mengatasi masalah tersebut, Tim mahasiswa Departemen Teknik Biomedik dan Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terdiri dari Sherelle Clairine Hayadi, Julius Sintara, dan Steven Seaver Wiarta tercetus untuk menggagas ide sistem parkir cerdas berbasis aplikasi bernama Parkiro.

Sherelle Clairine Hayadi, Ketua Tim menjelaskan bahwa, sistem parkir cerdas Parkiro ini menggabungkan teknologi Long Range RFID dan Internet of Things (IoT) pada sistem parkir yang ada. Dimana, teknologi ini memungkinkan pengendara masuk dan keluar gerbang parkir tanpa berhenti serta mendapat navigasi ke titik parkir yang kosong.

“Terjebak macet di pintu masuk dan keluar tempat parker dapat berpengaruh ke sisi psikologis dan emosi dari pengendara, dan masalah ini ternyata juga dialami banyak orang. Hal inilah yang menggasa kami mencetuskan aplikasi Parkiro,” kata Sherelle, Senin, (28/12/20).

Penggunaan sistem parkir berbasis aplikasi yang telah ada pun masih terdapat banyak kelemahan. Di antaranya kendaraan masih harus berhenti di pintu masuk dan keluar parkir, sehingga dapat menyebabkan kemacetan. Pengendara juga masih harus mencari titik parkir secara mandiri. Selain itu juga masih berlaku pembayaran tunai.

“Sedangkan Parkiro ini sangat mudah digunakan oleh banyak orang. Pengendara hanya harus mengunduh aplikasi dan melakukan pendaftaran lewat aplikasi Parkiro. Pengendara yang sudah terdaftar nantinya akan mendapatkan tag RFID unik yang harus dipasangkan di bagian depan kaca mobil. Setelah itu, pengendara sudah bisa menggunakan aplikasi Parkiro untuk memesan titik parker,” terangnya.

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan oleh Parkiro. Pertama, pengendara dapat melakukan pemesanan tempat parkir lewat aplikasi. Titik parkir yang sudah dipesan akan otomatis muncul penghalang berupa retractable bollards untuk menghalangi titik parkir tersebut digunakan pengendara lain.

Baca Juga  SNA Summer Program 2020 Ajang Asah Kreatifitas dan Bakat Siswa

Pengendara yang sudah mendekati lokasi parkir cukup berkendara dengan kecepatan rendah untuk masuk ke lokasi parkir. Sistem RFID akan mendeteksi tag yang ada dan gerbang pun akan otomatis terbuka. Pengendara juga diarahkan menuju titik parkir yang sudah dipesan melalui aplikasi Parkiro dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality.

“Jadi pengendara benar-benar tidak akan kebingungan mencari titik parkir yang sudah dipesan,” tandasanya.

Ia pun menjelaskan bahwa saat ingin keluar, pengendara dapat melakukan pembayaran melalui aplikasi dengan melakukan verifikasi biometrik atau PIN. Lalu saat mendekati gerbang keluar, pengendara juga hanya perlu berkendara dengan kecepatan rendah. Sistem RFID yang ada akan mendeteksi tag dan mengonfirmasi pembayaran. Setelah itu gerbang keluar akan secara otomatis terbuka.

Adanya inovasi Parkiro ini sendiri dapat menjawab beberapa tantangan dalam pengadaan parkir yang ideal berupa proses parkir yang ringkas dan efisien. Parkiro juga dapat meminimalisasi antrean kendaraan di pintu masuk dan keluar gerbang parkir. Pengendara juga dapat langsung menuju titik parkir tanpa harus kebingungan.

“Dari semua proses itu, pengendara dapat masuk, keluar, dan membayar parkir tanpa harus berhenti,” pungkas Sherelle. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...