EXPO PACK 2025 Ajang Hilirisasi Riset Produk Seni dan Desain Mahasiswa DKV Unesa
SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Sebagai implementasi konkret, mahasiswa Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengikuti proyek pembelajaran mata kuliah Desain Kemasan dan Promosi Digital.
Hasil proyek mahasiswa DKV Unesa tersebut dituangkan melalui pameran bertajuk EXPOPACK 2025 yang diadakan pada 27-28 November 2025 di Auditorium T14 Fakultas Bahasa dan Seni Unesa.
Total 144 mahasiswa DKV Unesa (terbagi dalam 43 kelompok) mengikuti EXPOPACK 2025 dengan mendesain kemasan UMKM berunsur kebudayaan lokal Nusantara, khususnya Majapahitan. Dimana setiap kelompok memajang hasil kemasannya baik maket fisik/kemasan nyata maupun media digital display.

Marsudi, S.Pd., M.Pd sselaku Koorprodi DKV Unesa menyampaikan bahwa, EXPOPACK 2025 adalah pameran UAS (Ujian Akhir Semester) mahasiswa DKV Angkatan 2022 yang menghadirkan karya desain berbasis visual khas nusantara untuk mendukung pelaku UMKM di era digital.
“Pameran ini menjadi langkah nyata kolaborasi Prodi Desain Komunikasi Visual dengan Pusat Unggulan IPTEK Seni Budaya Majapahit sebagai bentuk hilirisasi riset seni dan desain agar inovasi kreatif dapat langsung bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Marsudi saat dijumpai di pembukaan EXPOPACK 2025 pada Kamis, (27/11/25).
Menurut Marsudi, pada era ekonomi kreatif yang kini semakin kompetitif, peran kemasan produk tidak lagi sekadar sebagai pembungkus fungsional. Melainkan, telah berkembang menjadi medium strategis untuk menyampaikan identitas, nilai tambah, dan pengalaman pengguna.
Di ranah pendidikan desain komunikasi visual, mahasiswa dituntut tidak hanya memahami estetika dan pesan visual, tetapi juga kemampuan untuk mengintegrasikan aspek budaya lokal, teknologi digital, dan pengalaman pengguna dalam karya desain kemasan.
“Dalam proyek ini, mahasiswa merancang kemasan untuk produk UMKM dengan pendekatan modernisasi yakni menyematkan unsur interaktif yang dapat meningkatkan kesan premium produk serta memasukkan unsur visual kebudayaan lokal Nusantara,” terangnya.
Kegiatan ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk tidak hanya menghasilkan karya kreatif, tetapi juga berlatih dalam konteks nyata, merancang kemasan yang layak pasar, menyajikan identitas budaya, memanfaatkan teknologi digital untuk promosi dan mempresentasikan hasil karya dalam pameran terbuka.
“Dengan demikian, kegiatan ini menjadi jembatan antara teori dan praktik, antara kampus dan masyarakat industri kreatif, serta antara warisan budaya lokal dan inovasi kontemporer,” tandasnya.
Keseruan pameran EXPOPACK 2025 juga dirasakan oleh Ni’Matulilah Nur Hidiyani bersama tim mahasiswa semester 7 DKV Unesa yang mengusung kemasan produk JEEJA (Jahe Van Java) untuk kue kering semprit jahe.
“Kami membuat kemasan untuk kue kering semprit jahe dengan desain unik yang memiliki cerita seri tentang budaya jaman dulu. Sehingga, produk kue ini bisa menjadi hampers yang menarik. Serta, diharapkan bisa mendukung UMKM naik kelas,” ungkap Ni’Matulilah. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Tulus
- Penerbit : Rizal IT