FKM Unair Terus Dukung Masyarakat Indonesia Bebas Asap Rokok

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Rokok merupakan bahaya yang mengancam anak, remaja dan wanita Indonesia. Konsumsi rokok merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya berbagai penyakit seperti jantung koroner, stroke, kanker, penyakit paru kronik dan diabetes melitus yang merupakan penyebab kematian utama di dunia, termasuk Indonesia.

Untuk itu, menyambut Hari Tanpa Tembakau se-Dunia Research Group Tobacco Control Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) bersama Tobacco Control Support Center (TCSC) IAKMI Jatim menggelar workshop & Diseminasi hasil penelitian pada Kamis, 17 Juni 2021 secara virtual.

Dalam workshop tersebut ada 5 materi yang dipaparkan. Diantaranya, sesi pertama bertema “Model Sistem Aplikasi Upaya Berhenti Merokok (UBM)” dengan Narasumber Dr. Arief Hargono, drg., M.Kes. (FKM UNAIR) dan Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI, Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A.

Sesi kedua, brtema “Beban Penyakit Akibat Rokok di Jawa Timur” dengan narasumber Kurnia Dwi Artanti, dr., M.Sc. (FKM UNAIR) dan BPJS Kesehatan Pusat, Dr. Abdillah Hasan, S.E., M.S.E.

Sesi ketiga, bertema “Perilaku Merokok pada Tenaga Kesehatan” dengan narasumber : Dr. Sri Widati, S.Sos., M.Si (FKM UNAIR), dr. Theresia Sandra Diah Ratih, M.HA Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI, dan dr. Herlin Ferliana, M.Kes, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Sesi keempat, bertema “Perilaku Merokok & Stunting” dengan narasumber : Dr. Siti Rahayu Nadhiroh, S.KM., M.Kes. (FKM UNAIR), Pungkas Bahjuri Ali, S.TP., M.S. Kementerian PPN/BAPPENAS, Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS, Institut Pertanian Bogor, Pergizi Pangan Indonesia.

Dan sesi kelima, bertema “Keberadaan Iklan Rokok di Sekitar Kawasan Tanpa Rokok” dengan narasumber Hario Megatsari, S.KM., M.Kes.. (FKM UNAIR), Sufiah Rahmawati, S.KM., M.Kes (Dinas Kesehatan Kota Surabaya).

Baca Juga  Pakar Epidemiologi Unair : Vaksinasi Covid-19 Tidak Membatalkan Puasa

Saat ini, lebih dari 60 juta penduduk Indonesia adalah perokok aktif. Jumlah ini terus bertambah dari tahun ke tahun dan menempatkan Indonesia ke peringkat ketiga dengan jumlah perokok aktif tertinggi di dunia. Sebanyak 62 juta perempuan dan 30 juta laki- laki Indonesia menjadi perokok pasif, dan yang paling menyedihkan adalah anak-anak usia 0-4 tahun yang terpapar asap rokok berjumlah 11, 4 juta anak. Meskipun bahaya dari merokok sudah sangat jelas namun prevalensi perokok di Indonesia terus meningkat.

Penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan upaya dari pemerintah untuk melindungi masyarakat dari Asap Rokok Orang Lain (AROL) dan untuk menjamin hak setiap orang menghirup udara bersih dan sehat tanpa adanya paparan asap rokok.

Melalui Workshop bertema “Commit to Quit” diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah bagi para pemangku kebijakan agar dapat membuat regulasi pengendalian tembakau yang lebih tegas agar dapat menurunkan prevalensi perokok di Indonesia. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...