Funtopia 2019 Hadirkan Keseruan dan Kebahagian Bagi Anak Anak

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Memperingati Hari Dongeng Nasional yang diperingati setiap tanggal 28 November, GEMS Event Organizer dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Surabaya menyuguhkan serangkaian acara untuk anak-anak yaitu Funtopia.

Kegiatan Funtopia 2019 bertemakan “Tell A Tale” yang diadakan pada Sabtu, 16 November 2019 di Ciputra World Mall Surabaya diikuti sebanyak 150 anak-anak dari Usia Dini, Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Dasar.

Shanice Priscilla selaku panitia dari GEMS Event Organizer menjelaskan bahwa, Funtopia adalah acara yang bertujuan untuk mengembalikan nilai-nilai literasi terutama dongeng pada anak-anak yang beberapa tahun belakangan menjadi berkurang.

“Serta, agar orang tua dan anak-anak dapat menggunakan dongeng sebagai sarana edukasi dan pendekatan secara emosional terhadap anak. Sedangkan, tema “Tell A Tale” sendiri  memiliki arti menceritakan sebuah kisah,” kata Priscilla saat dijumpai disela sela acara, Sabtu, (16/11/19).

Nama Funtopia sendiri masih menurut Priscilla, berasal dari kata Fun yang artinya menyenangkan, dan Utopia yang berarti dunia fantasi atau khayalan. Melalui nama Funtopia,  ingin memberikan kesan yang menyenangkan kepada anak-anak seperti di dunia fantasi dalam benak anak-anak.

Dalam kesempatan acara tersebut, juga disediakan kegiatan kreatif dan seni untuk anak-anak. Seperti menghias donat, membuat bento, membuat pizza, membuat gelang, gantungan kunci, hingga slime. Selain itu ada zona untuk area bermain mulai dari pasir kinetic, mewarnai, mandi bola, hingga ada area untuk dongeng dan pertunjukan boneka tangan yang berkolaborasi dengan pendongeng Kumpul Dongeng Surabaya.

 Adanya Cooking Zone dan Handcraft Zone agar anak-anak dapat berinteraksi dengan kreatifitas mereka yang sudah di asah semenjak kecil, serta untuk melihat potensi sang anak,” terangnya.

Sedangkan, Fun Zone dibuat untuk mengasah kemampuan kinetik serta mengajak anak untuk aktif dalam bergerak dan berinteraksi melalui permainan yang ada. Dan disini mereka bisa belajar sambil bermain.

Jika umumnya pembukaan dilakukan dengan memukul gong, berbeda dengan Funtopia 2019. Mereka menggunakan kentongan yang dipukul secara bersama-sama, mulai oleh Dekan dan dosen Fikom UKWMS, Ketua DWP Kota Surabaya dan perwakilan Kumpul Dongeng Surabaya.

Sebelum merasakan keseruan di empat zona tersebut, anak-anak lebih dulu diajak mendengarkan dongeng yang disampaikan oleh Kak Toby dari Kumpul Dongeng Surabaya. Kak Toby menggunakan boneka tangan berkarakter, diantaranya Elmo, Pipi si Sapi, Boni si gajah pink dan buaya.

Ketua DWP Kota Surabaya Chusnur Ismiati Hendro Gunawan merasa takjub dengan antusiasme para peserta. Menurutnya, antusiasme anak-anak begitu ramai, bahkan sejak sebelum acara dibuka.

“Ada maksud penting dari dihelatnya Funtopia ini. Anak-anak usia dini memang edukasinya melalui bermain dan seni bertutur, maka dari acara ini mereka akan belajar bersosialisasi, berteman, cara meminta tolong, berbagi dan sebagainya. Terlebih lagi, kekuatan otak melejit sebelum tidur, maka baik mendongeng sebelum tidur,” ungkap Chusnur. (Tls)

You may also like...