Kampus dan Industri Berlomba Lomba Jalankan MBKM Mandiri

JAKARTA_WARTAINDONESIA.co – Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah memfasilitasi hampir satu juta mahasiswa untuk menikmati pembelajaran di luar kampus.

Pembelajaran ini dilakukan melalui program-program yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta program-program yang diselenggarakan secara mandiri oleh perguruan tinggi bersama para mitra, yang dikenal dengan nama MBKM Mandiri.

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Solehuddin menuturkan, seiring dengan semakin banyaknya cerita baik implementasi MBKM dari seluruh penjuru Nusantara, minat perguruan tinggi untuk melaksanakan MBKM Mandiri juga semakin tinggi.

“Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dalam memperoleh hak belajar yang ditawarkan oleh kebijakan MBKM,” ucap Solehuddin, Selasa, (12/12/23).

“Mahasiswa yang mendaftar MBKM tidak semuanya tertampung. Ada yang lolos, tapi ada juga yang tidak lolos. Kami berpikir bahwa sebetulnya di kampus banyak potensi kegiatan. Berbekal pengalaman melaksanakan MBKM sebelumnya, kami mencoba menawarkan MBKM Mandiri,” sambungnya.

Bank Indonesia Institute menjadi salah satu mitra Kemendikbudristek yang turut berpartisipasi dalam program-program Kampus Merdeka seperti Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2021 lalu.

Menurut Asisten Direktur Kelompok Inovasi dan Kemitraan Pembelaiaran (KIKP) Bank Indonesia Institute, Aprilia Rosita, kolaborasi antara perguruan tinggi dengan sektor Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) tidak hanya akan mendatangkan manfaat bagi mahasiswa dan bagi perguruan tinggi, namun juga bagi mitra DUDI.

“Pas sekali saat kami punya kebutuhan untuk proyek dan riset tertentu, kami bisa mendapatkan mahasiswa yang mempunyai keterampilan yang sesuai, jadi klik,” tutur Aprilia.

Hal senada disampaikan Ketua Usaha Mikro Kecil Menengah–Industri Kecil Menengah (UMKM IKM) dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Selain memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata di dunia kerja, kolaborasi antara perguruan tinggi dengan industri juga dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan di kampus melalui kehadiran dan keterlibatan praktisi dalam proses perkuliahan.

Baca Juga  SDN Komplek Kenjeran II Ajak Siswa Kreatif dan Cinta Lingkungan

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV, Samsuri, membagikan kisah bagaimana LLDikti dapat memfasilitasi kolaborasi antarperguruan tinggi maupun perguruan tinggi dengan industri, dalam pelaksanaan MBKM Mandiri.

Kolaborasi ini menghasilkan berbagai program penting seperti pengolahan sampah organik, penyediaan air bersih, dan pengembangan desa wisata.

“Ini networking yang luar biasa. Saat saya mengundang kepala daerah ada salah satu sekda yang tertarik dan meminta 26 desa untuk menjadi pilot project Program Perguruan Tinggi Mandiri Membangun Desa,” pungkas Samsuri. (*)

  • Pewarta : Angga DKI
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...