Meskipun Reaktif Rapid Test, Peserta Tetap Dapat Ikuti UTBK Tahap II

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Meskipun saat melakukan Rapid Test dan dinyatakan reaktif, peserta masih dapat mengikuti Ujian tulis berbasis komputer (UTBK) Tahap II di Universitas Airlangga (Unair).

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Pusat UTBK UNAIR, Prof Junaidi Khotib, PhD bahwa, ini diperuntukkan bagi peserta yang telah melakukan Rapid Test dengan hasil reakif atau PCR Test dengan hasil positif pada UTBK Tahap 1. Maka, mereka direlokasi dan reschedule pada Tahap II yaitu 28-29 Juli 2020 nanti.

“Hari ini, Senin, (20/07) UNAIR kembali menyelenggarakan UTBK Tahap II. Pusat UTBK UNAIR selain menyelenggarakan UTBK di kampus UNAIR juga bekerja sama dengan mitra, antara lain Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya, dan Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya,” ucap Prof. Junaidi mellaui rilisnya, Senin, (20/07/20).

Untuk UTBK Tahap II di UNAIR ini, lanjut Prof. Junaidi, merupakan limpahan peserta dari UNESA sebanyak 10.540 peserta, dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sebanyak 1.500 peserta. Sehingga total keseluruhan yang mengikuti UTBK di Pusat UTBK UNAIR sebanyak 12.040.

“Berdasarkan pengalaman Rapid Test pada UTBK Tahap 1, dari total peserta ujian sebanyak 12.926 siswa, 10 persen di antaranya belum siap dengan surat keterangan telah melakukan Rapid Test, yaitu sekitar 1.102 peserta,” terangnya.

Untuk itu, UNAIR menyiapkan pelaksanaan Rapid Test bagi peserta yang kesulitan dengan persyarakat Rapid Test. Sehingga peserta yang berangkat dengan tidak membawa surat keterangan telah melakukan Rapid Test dengan hasil non-reaktif, dapat melakukan Rapid Test di UNAIR.

“Dari 12.926 peserta terdaftar UTBK Tahap 1, yang tidak membawa surat keterangan Rapid Test sejumlah 1.102. Dari jumlah itu, sebanyak 88 peserta dinyatakan reaktif,” paparnya.

Baca Juga  Presiden RI Berikan Mandat Peneliti UNAIR Percepat Penanganan COVID-19

Sebanyak 88 peserta yang dinyatakan reaktif tersebut dilakukan relokasi ujian bersama mereka yang mendaftar melalui hotline maupun helpdesk di Pusat UTBK UNAIR. Sehingga total keseluruhan yang melakukan relokasi dan reschedule berjumlah 298 peserta.

“Untuk menghindari peserta Rapid Test yang membludak pada UTBK Tahap II, UNAIR melakukan antisipasi dengan cara menyiapkan Rapid Test lebih awal yaitu pada 16-18 Juli 2020,” pungkas Prof. Junaidi.

Rata-rata ada 50 siswa yang mengikuti uji Rapid Test perharinya. Dari Rapid Test itu, 18 siswa tercatat reaktif, sehingga mereka masih bisa melakukan reschedule ujian. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...