Rektor Unesa : Selama Proses Observasi, Keluarga Belum Diijinkan Menengok

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang sedang menempuh studi di Central China Normal University (CCNU) Wuhan Tiongkok akhirnya bisa kembali ke Indonesia.

Namun, untuk mengantisipasi terjangkitnya virus Corona yang sempat menghebohkan Kota Wuhan hingga menewaskan ratusan orang, mahasiswa Unesa harus menjalani serangkaian proses observasi kesehatan selama 14 hari.

Hal ini dibenarkan oleh Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes saat menggelar jumpa pers bersama para orang tua mahasiswa pada Senin, 03 Februari 2020 di Kampus Unesa Ketintang.

Prof. Dr. Nurhasan mengatakan, sejak tiba di tanah air melalui bandara Hang Nadim Batam pada Minggu pagi, (02/02/20), sejumlah mahasiswa Unesa langsung dibawa ke Natuna Propinsi Kepulauan Riau untuk menjalani proses observasi kesehatan.

“Pihak kampus dan orang tua menyerahkan sepenuhnya seluruh tahapan pengecekan kesehatan sesuai dengan standar yang diberlakukan oleh Kementerian Kesehatan RI dan WHO,” ucap Hurhasan dihadapan rekan media, Senin, (03/02/20).

Menurut Rektor Unesa, untuk sementara pihak Unesa maupun orang tua belum bisa menjenguk di lokasi observasi. Karena, proses observasi yang ditangani oleh militer, memiliki aturan ketat yang harus ditaati oleh para WNI.

“Apabila pihak kampus dan keluarga diijinkan berkunjung ke Natuna, kami akan berangkat ke Natuna. Kita melihat terlebih dahulu perkembangan informasi saat ini,” tegasnya.

Sementara itu, para orang tua mengeluhkan kendala akses komunikasi. Salah satu cara untuk  mengetahui kabar putra putri mereka yakni hanya dengan mengikuti perkembangan berita di media media baik televisi, radio, maupun sosial media.

Lilis Triana (47) warga Sidoarjo sekaligus Ibunda Nathania mahasiswa Unesa mengaku belum bisa berkomunikasi dengan putrinya sampai Senin 3 Februari 2020. Dirinya hanya bisa memantau melalui informasi dari media.

Baca Juga  Pakar Psikologi UNAIR : Reynhard Menunjukkan Karakter Kepribadian Anti Sosial

Lilis mengaku lega, ketika melihat video kedatangan WNI di Batam dan ketika turun dari pesawat. Nampak putrinya ada dalam rombongan tersebut mengenakan jaket putih kesayangannya.

Hal senada juga disampaikan Zaenal Muttaqin Ayah dari Ayu Larasati yang juga ingin sekali menjenguk anaknya di Natuna jika diperbolehkan oleh pemerintah. Namun, untuk saat ini dirinya hanya bisa memantau dari media online maupun televisi.

Perlu diketahui, beberapa mahasiswa Unesa dijemput dan dievakusi pemerintah RI bersama rombongan lain sejumlah 238 WNI dari Kota Wuhan  Tiongkok. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Photograper : Istimewa
  • Publisher : Dwito

You may also like...