Siswa Cita Hati Ajak Generasi Muda Belajar Menciptakan Dampak Nyata

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Untuk memperkuat reputasi sekolah sebagai institusi yang mendorong siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan edukatif dan kolaboratif lintas sekolah, Cita Hati Christian School Pakuwon City Campus mengadakan kegiatan Konferensi Model United Nations (MUN).

Menariknya, Konferensi MUN yang diadakan pada Sabtu, (07/02/26) di Cita Hati Christian School Pakuwon City Campus ini juga diikuti 22 sekolah SMP dan SMA dari Surabaya, Situbondo, Jombang dan Lombok.

Supervisor Konferensi MUN, Karila Wisudayanti menyampaikan bahwa, melalui kegiatan Konferensi Model MUN tersebut menjadi bukti generasi muda mampu mengambil inisiatif, memimpin dan menciptakan dampak nyata di luar kelas.

Jeff Axellino (17) dan Freya Annabelle Laupato (16) salah satu siswa SMA Cita Hati penggagas Konferensi Model United Nations (MUN). (Foto : Tulus/Warta Indonesia).

“Hebatnya lagi, Konferensi MUN ini dirancang dan diselenggarakan oleh siswa siswi SMA Cita Hati School Pakuwon City Campus. Sekolah hanya mewadahi saja,” ucap Karila yang juga menjabat guru di SMA Cita Hati Christian School Pakuwon City Campus.

Menurut Karila, kegiatan Konferensi MUN juga mencerminkan penerapan pendekatan International Baccalaureate (IB). Dimana, siswa tidak hanya mempelajari isu global secara konseptual, tetapi mengalaminya langsung melalui diskusi, negosiasi dan pengambilan keputusan yang menuntut pemikiran kritis, empati serta tanggung jawab sebagai individu berwawasan global.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi siswa Cita Hati yang berinisiatif menyelenggarakan forum ini. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mampu memimpin, berpikir kritis, dan berkolaborasi lintas sekolah,” terangnya.

Jeff Axellino (17) siswa SMA Cita Hati kelas 11 yang menjabat Director-General of CH East UN menjelaskan bahwa, konferensi ini menghadirkan empat dewan (councils) dan satu komite khusus, International Press Corps (IPC).

Masing-masing dewan membahas topik spesifik: United Nations Security Council menelaah efektivitas operasi penjaga perdamaian PBB di wilayah rawan konflik, Economic and Social Council membahas koordinasi internasional untuk menjaga stabilitas ekonomi selama konflik regional, dan Human Rights Council mengangkat isu penggunaan pengawasan dan sensor sebagai alat pengendalian konflik.

Baca Juga  Pertamina Tertarik Kembangkan Mesin Ventilator Buatan Unair

“Konferensi MUN ini memberi kami kesempatan memimpin dan mengelola forum antar sekolah, sekaligus mengasah kemampuan diplomasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan. Pengalaman ini bukan sekadar latihan akademik, tetapi juga membentuk kepemimpinan dan tanggung jawab kami sebagai siswa,” tandas Jeff Axellino.

Hal senada disampaikan Freya Annabelle Laupato (16) siswi SMA Cita Hati kelas 11 yang menjabat Sekjen menambahkan, Congress of Olympus khusus untuk peserta SMP menyoroti peran dan tanggung jawab dalam Perang Troya.

“Peserta diajak menelusuri isu-isu kompleks ini secara mendalam, sekaligus belajar berpikir kritis dan bernegosiasi seperti di forum internasional sesungguhnya,” ungkap Freya.

Menurut Freya, IPC menjadi inovasi yang membedakan konferensi ini. Peserta berperan sebagai jurnalis, melakukan peliputan sidang setiap dewan, menulis artikel, dan menyusun laporan layaknya media internasional.

Melalui program Konferensi MUN ini, Cita Hati ingin memperkenalkan siswa pada peran strategis media dalam dinamika diplomasi global dan melatih mereka berkomunikasi secara bertanggung jawab.

Sekaligus, menunjukkan bagaimana sekolah dapat memfasilitasi inisiatif siswa, membina kepemimpinan, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang relevan dengan tantangan global.

Konferensi ini diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah, termasuk SMP dan SMA Cita Hati, SMP Islam Al Azhar 13, SMP Negeri 1, Xin Zhong School, Gloria School, SMA Katolik St. Louis 1, SMA Negeri 15, dan sekolah lainnya.

Kehadiran lintas sekolah menegaskan pentingnya kolaborasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan kolektif sebagai inti dari pembelajaran MUN. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Tulus
  • Editor : Rizal IT

You may also like...