Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Elyon Christian School Terapkan Program “Merdeka Belajar”

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Meskipun sistem pendidikan masih diberlakukan secara virtual akibat dampak pandemi Covid-19, namun tidak mengurangi kreatifitas sekolah untuk terus menciptakan terobosan baru demi meningkatkan kualitas pendidikan. Agar, para siswa siswi semakin kreatif menerima tantangan perkembangan teknologi di abad 21.

Seperti terobosan baru yang dilakukan oleh Elyon Christian School (ECS) sekolah satuan pendidikan kerjasama (SPK) di Surabaya dengan menerapkan program pendidikan “Merdeka Belajar.

Elemas Theo, Direktur Operasional, Elyon Christian School menjelaskan bahwa, Merdeka Belajar adalah program kebijakan baru Mendikbudristek RI yang bertujuan memberikan keleluasaan bagi siswa untuk memilih pelajaran sesuai minat mereka.

“Sehingga, Merdeka Belajar bisa dijadikan solusi. Dimana kebijakan dirancang berdasarkan keinginan dan memprioritaskan kebutuhan siswa,” tutur Theo saat dijumpai di Campus Elyon Darmo Surabaya, Kamis, (19/08/21).

Menurut Theo, merespon tantangan di abad 21 ini penting bagi institusi pendidikan untuk menekankan komunitas pembelajar aktif dalam mendapatkan ragam sumber pembelajaran tidak hanya dari buku, tetapi juga dari aneka platform teknologi & informasi serta perkembangan kurikulum secara global.

Oleh karena itu, sejalan dengan gagasan Mendikbudristek RI Elyon Christian School memprioritaskan untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas peserta didik dengan kecakapan abad 21 seperti kreativitas, pemikiran kristis, komunikasi dan kolaborasi melalui pendekatan holistik dan kurikulum internasional Cambridge.

“Kurikulum Cambridge menjadi pilihan terbaik setelah melalui kajian dan studi yang panjang yang dilakukan oleh ECS, sebagai penyelenggara pendidikan. Karena, kurikulum ini menawarkan fleksibilitas. Seperti, pilihan mata pelajaran yang sangat luas, penyesuaian dengan budaya lokal (dengan pendekatan internasional), menumbuhkan rasa keingintahuan dan semangat belajar jangka panjang,” terangnya.

Sedangkan, dijenjang SMP dan SMA ECS mengembangkan 5 jurusan akademik yang memungkinkan mereka untuk lulus dan diterima di universitas. Jika pada sekolah dengan kurikulum nasional hanya 2 jurusan akademik IPA (Ilmu Pengetahuan) dan IPS (Sosial) di ECS juga sama.

Baca Juga  Mahasiswa ITS Manfaatkan Limbah Air Wudhu Untuk Budidaya Perikanan

“Bedanya, ECS telah mendiversifikasi dan menyesuaikan sesuai dengan minat dan bakat siswa. Hasilnya adalah sistem jurusan dan sub-jurusan yang terspesialisasi dan sangat terfokus,” tandasnya.

Sebagai simulasi siswa dengan program IPA (atau Sains) dapat memilih dari 4 jurusan yang berbeda: 1. Sains; 2. Ilmu Komputer; 3. Seni & Desain; dan 4. Musik. Sementara siswa yang mengikuti program IPS (atau Sosial) kami dapat memilih dari 3 jurusan yang berbeda: 1. Bisnis; 2. Seni & Desain; dan 3. Musik. Secara keseluruhan 5 jurusan yang tersedia untuk siswa ECS: Sains, Ilmu Komputer, Bisnis, Seni & Desain, dan Musik.

“Semua 5 jurusan memuncak dengan penilaian internasional Cambridge. Mendapatkan nilai bagus di sekolah dan ujian Cambridge akan memungkinkan siswa memenuhi syarat untuk beasiswa internasional dan masuk ke universitas pilihan mereka baik di tanah air ataupun diluar negeri,” pungkas Theo. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Tulus
  • Penerbit : Dwito

You may also like...