UNESA Berhasil Implementasikan Program MBKM dan Cetak Wirausahawan Muda

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berhasil mengimplementasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan mengajak mahasiswa berinovasi dan berkreatifitas hingga menghasilkan 1.302 karya produk MBKM.

Sebagai bentuk apresiasi, produk MBKM tersebut dipamerkan dalam Festival MBKM UNESA 2024 pada Sabtu, (03/02/24) di Laboratorium Merdeka Belajar, Kampus II Lidah Wetan Surabaya.

Hebatnya lagi, jumlah produk MBKM tersebut merupakan yang terbanyak di Indonesia dan mencatatkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia).

Capaian MBKM kampus “Rumah Para Juara” ini mendapat apresiasi langsung dari Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek, Prof. Dr. Ir Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T.

“Apa yang dilakukan dan dihasilkan UNESA ini bisa menjadi motivasi bagi dosen, mahasiswa dan perguruan tinggi untuk terus melakukan penguatan dalam pengelolaan dan implementasi MBKM baik yang flagship (program kementerian) maupun MBKM mandiri,” ucap Prof. Sri Sunung saat menghadiri acara Festival MBKM UNESA.

Direktur Belmawa juga kagum, UNESA juga telah mengembangkan Laboratorium Merdeka Belajar. Tentu ini diharapkan dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam mengembangkan MBKM Mandiri yang berkualitas dan berdampak.

Wakil Rektor UNESA Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof. Dr. Madlazim, M.Si., mengatakan bahwa, kampus bermoto ‘Growing with Character’ berkomitmen untuk terus memaksimalkan implementasi MBKM pusat dan berinovasi lewat MBKM mandiri yang dikelola UNESA.

“MBKM mandiri tidak hanya memberikan kesempatan mahasiswa belajar di luar kampus, tetapi juga membiasakan mahasiswa untuk mampu mandiri, memberikan kontribusi dan menghasilkan karya,” tandas Prof. Madlazim.

Program MBKM UNESA periode ini diikuti ribuan mahasiswa. Program asistensi mengajar diikuti 1.500 mahasiswa, pertukaran mahasiswa merdeka outbond diikuti 400 mahasiswa, proyek di desa sebanyak 150 mahasiswa.

Baca Juga  Bersama Stakeholder, Geliat Airlangga Terus Gerakkan Akselerasi Imunisasi di Jatim

Dampak program MBKM UNESA juga dirasakan oleh Wildam Badar (23) mahasiswa UNESA Prodi Design Grafis yang telah memiliki usaha kripik singkong. Menurutnya, program BMKM ini sangat memberikan dampak positif bagi mahasiswa. Sehingga, bisa terus berinovasi dan menghadilkan income.

“Semoga, UNESA bisa terus memberikan pelatihan dan pendampingan secara maksimal. Mulai dari proses usaha, cara pengemasan dan marketing. Dan yang paling penting adalah memberikan permodalan awal agar bisa mendorong pengembangan wirausaha,” kata Wildan sembari tersenyum.

Hal senada juga disampaikan Khusnul (20) mahsiswi UNESA Prodi Pendidikan Ekonomi yang merasa terbantu dengan adanya program BMKM ini. Paalnya, mahasiswa tidak lagi bimbang saat lulus kuliah nanti karena sudah memiliki bekal wirausaha.

“Festival BMKM UNESA ini sangat seru, menarik dan menyenangkan. Semua mahsiswa unjuk kreatifitas dalam berwirausaha. Baik makanan minuman rasanya ok dan enak. Tinggal packagingnya lebih dibikin keren dan kekinian. Agar, lebih menarik pembeli,” ungkap Khusnul. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Tulus
  • Penerbit : Dwito

You may also like...