Gubernur Khofifah Berharap TPA Jabon Mampu Kembangkan Modernisasi Pengolahan Sampah

SIDOARJO_WARTAINDONESIA.co – Setelah melakukan kunjungan kerja di TPA Sampah Malang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali meninjau TPA Jabon yang berada di Kabupaten Sidoarjo.

Kehadirna Gubernur Jatim ini disambut langsung oleh Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali dan Kepala Badan Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jatim M. Reva Sastrodiningrat serta langsung menyerahkan bantuan sembako kepada 40 orang pekerja di TPA Jabon.

Gubernur Khofifah mengharapkan TPA Jabon Sidoarjo mampu mengembangkan modernisasi pengolahan sampah. Ini penting, karena modernisasi tersebut bisa memberikan multiplier effect yang menghasilkan pendapatan baru bagi masyarakat di Sidoarjo.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah modernisasi pengolahan sampah untuk menghasillan end product yang variatif.  Dan harapannya ini bisa menghasillan sumber income baru bagi masyarakat di Sidoarjo,” ucap Khofifah, Rabu, (17/03/21).

Dimana, lanjut orang nomor satu di Jawa Timur ini, modernisasi pengolahan sampah salah satunya bisa dilakukan dengan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Jika ada pengembangan PLTSa di sini, maka nantinya akan ada energi yang bisa dihasilkan dari PLTSa tersebut. Sehingga nantinya power plant mungkin bisa dibuat di TPA Jabon.

“Kemungkinan 2 tahun ke depan bisa dipakai PLTSa. Kalau nanti ada PLTSa di sini, bisa mengurangi  penggunaan landfill di sini,” terangnya.

Selain PLTSa, modernisasi pengolahan sampah juga bisa dilakukan untuk menghilangkan aroma sampah di sini sehingga end product TPA  ini tidak beraroma. Dengan demikian TPA Jabon nantinya bisa dijadikan wisata edukatif untuk anak-anak di Kabupaten Sidoarjo dan sekitarnya.

Khofifah juga mengapresiasi, ruang composting yang dimiliki TPA Jabon. Melalui ruang composting ini diharapkan menghasilkan kompos yang kemudian bisa diolah menjadi pupuk organik. Sehingga pupuk organik ini bisa digunakan untuk sektor pertanian di Kabupaten Sidoarjo dan sekitarnya.

Baca Juga  Tasyukuran Khitan Barra Bocah Berusia 7 Tahun Penuh Makna

“Pupuk organik itu menjadi kebutuhan hari ini karena bisa memberikan harapan untuk mendapatkan support yang lebih sehat bagi sektor pertanian kita,” tandasnya.

Untuk diketahui, TPA Jabon Sidoarjo merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia melalui Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR dengan pemerintah Jerman. Dengan sistem multiyears contract mulai dari tahun 2018 dan berakhir pada Desember 2020.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan, TPA Jabon Sidoarjo ini sendiri, menggunakan sistem sanitary landfill dengan luas mencapai 5,8 hektar. Kapasitas pengolahan sampahnya mencapai 450 ton per hari, dengan perkiraan umur sekitar 5-7 tahun.

“Sedangkan, untuk area pengolahan sampahnya dibagi dalam dua jenis. Pertama yakni Composting, dikhususkan untuk sampah hijau yang diolah menjadi pupuk kompos, seperti sampah bekas sayur dan sebagainya. Dimana, kapasitas kompostingnya bisa 35 ton per hari dan hasil ahir komposnya sekira 15 ton perhari,” papar Ahmad.

Kemudian bagian shorting, yang berfungsi untuk memilah sampah plastik. . Ada juga Leachete yang berfungsi memfilter air lindi atau air sampah untuk diolah agar baku mutunya terkontrol dan air bisa dibuang ke sungai. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...