Vita Ervina Ajak Masyarakat Waspada Terhadap Produk Tidak Berlabel BBPOM

MAGELANG || WARTAINDONESIA.co – Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mengawasi pelaksanaan program pemerintah. Salah satunya, program pengawasan peredaran produk skincare yang digalakkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina saat menghadiri acara Forum Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat yang diadakan Balai Besar POM Semarang pada Kamis, (30/07/26) di Galan Living Kabupaten Magelang.

Vita Ervina menegaskan bahwa, edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan agar program pemerintah benar-benar dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk itu, pentingnya forum seperti ini terus dilakukan.

“Selain menjadi wadah komunikasi dua arah antara masyarakat dengan pemerintah, kegiatan ini juga menjadi sarana menyamakan visi terhadap berbagai program kesehatan yang sedang berjalan. Dari sini kita bisa mengetahui apakah program tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat dan berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Vita Ervina.

Forum yang diikuti sekitar 200 kader Posyandu dari berbagai wilayah ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penggunaan kosmetik, obat, serta pangan yang tidak memenuhi ketentuan keamanan.

Forum ini menjadi wadah penyampaian informasi sekaligus komunikasi dua arah antara masyarakat, pemerintah, dan BBPOM mengenai pentingnya memilih produk yang telah memiliki izin edar serta memahami risiko penggunaan produk ilegal yang masih marak beredar, khususnya produk kecantikan.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Informasi dan Komunikasi BBPOM Semarang, Theresia Ari Wijayanti, menjelaskan, pengawasan terhadap peredaran obat, kosmetik, dan pangan ilegal masih menjadi tantangan besar karena cakupan wilayah pengawasan yang sangat luas.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, baik dari sisi pengawasan, penanganan, maupun penindakan terhadap pelanggaran yang ditemukan di lapangan. Karena itu kami tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk memilih produk yang aman serta melaporkan apabila menemukan produk yang diduga tidak memiliki izin edar BPOM,” terang Theresia.

Baca Juga  Cara Mudah Merawat Wajah Bersih dan Sehat ala Skincere Reset

Theresia juga mengingatkan masyarakat agar selalu menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa, sebelum membeli atau menggunakan suatu produk. BBPOM memberikan perhatian khusus terhadap maraknya peredaran produk skincare ilegal yang menawarkan hasil instan dengan harga murah.

Menurut Theresia, produk semacam ini kerap dipasarkan melalui media sosial maupun toko daring tanpa izin edar resmi. Untuk itu, masyarakat perlu mewaspadai produk yang mengklaim mampu memutihkan kulit, menghilangkan flek hitam, atau membuat wajah glowing dalam waktu singkat karena sering kali disertai penggunaan bahan berbahaya.

Berdasarkan berbagai hasil pengawasan BPOM dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kosmetik ilegal diketahui mengandung merkuri (mercury), hidrokuinon dengan kadar yang tidak diperbolehkan, asam retinoat (tretinoin) yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter, serta pewarna merah K3 (Rhodamin B) yang sebenarnya diperuntukkan bagi industri tekstil.

“Bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan iritasi, kerusakan kulit permanen, gangguan ginjal, gangguan sistem saraf, bahkan meningkatkan risiko kanker apabila digunakan dalam jangka panjang,” ungkap Theresia.

Selain kosmetik, forum tersebut juga membahas keamanan pangan, terutama jajanan dan makanan yang dikonsumsi anak-anak. BBPOM mengingatkan pentingnya menghindari pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil yang dapat berdampak terhadap kesehatan serta mengganggu proses tumbuh kembang anak apabila dikonsumsi secara terus-menerus.

Melalui kader Posyandu, pemerintah berharap edukasi tersebut dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sehingga pengawasan terhadap produk obat, kosmetik, dan pangan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama di tingkat desa. (*)

  • Pewarta : Diwan Ndut
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Ronie Dwito

You may also like...