Vita Ervina Mengkritik Program Fire Walk BPJS Ketenagakerjaan, Ini Alasannya

MAGELANG || WARTAINDONESIA.co – Kegiatan Fire Walk atau latihan berjalan tanpa alas kaki di atas bara api sebagai salah satu bagian dari Orientasi Pengenalan Karakter (OPK) bagi calon pegawai baru BPJS Ketenagakerjaan menuai banyak kritikan karena dinilai beresiko.

Kritikan juga disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina yang menyebutkan bahwa, pembentukan mental yang tangguh tidak boleh mengesampingkan prinsip dasar yang justru menjadi ruh BPJS Ketenagakerjaan, yaitu budaya keselamatan dan manajemen risiko.

“Sebagai salah satu metode pembentukan karakter bagi calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan, saya menghargai ikhtiar institusi untuk membangun keberanian, fokus, daya juang, dan kepercayaan diri,” ucap Vita Ervina, Sabtu, (01/08/27).

Menurut Vita, nilai-nilai tersebut memang dibutuhkan agar setiap insan BPJS Ketenagakerjaan mampu menghadapi tantangan dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada jutaan pekerja Indonesia. Akan tetapi, sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan harus mengedukasi pentingnya pencegahan risiko kerja dan perlindungan pekerja,

“Namun, BPJS Ketenagakerjaan harus menjadi teladan dalam menerapkan standar keselamatan pada setiap aktivitasnya, termasuk dalam proses pendidikan dan pelatihan pegawai,” tegasnya.

Vita menegaskan, yang perlu menjadi perhatian bukan semata metode pelatihannya, melainkan relevansi dan dampaknya terhadap peningkatan kompetensi pelayanan publik. Ukuran keberhasilan calon pegawai tidak ditentukan oleh keberanian melewati bara api, tetapi oleh integritas dalam mengelola amanah, profesionalisme dalam bekerja, empati terhadap peserta, kecepatan dan kualitas pelayanan.

“Serta, kemampuan memastikan setiap pekerja memperoleh haknya melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP),” tandas Vita.

Sebagai mitra pengawas, Komisi IX DPR RI mendukung setiap inovasi pengembangan sumber daya manusia yang berbasis kebutuhan organisasi, terukur manfaatnya, dan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan.

Baca Juga  OASE KIM Tanamkan Pendidikan Karakter Melalui Pembuatan Prakarya

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi publik tidak hanya dibangun melalui simbol keberanian, tetapi melalui budaya kerja yang profesional, berintegritas, mengutamakan keselamatan, dan konsisten menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Itulah ukuran sesungguhnya dari mental tangguh seorang insan BPJS Ketenagakerjaan dan fondasi untuk menjaga kepercayaan public,” pungkas Vita. (*)

  • Pewarta : Diwan Ndut
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Ronie Dwito

You may also like...