Dosen Unair : Masih Banyak Masyarakat Melakukan Kesalahan Memakai Masker

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Meskipun sudah memasuki tahun kedua pandemi Covid-19, namun masih banyak masyarakat yang kurang peduli bahkan masih ada yang melakukan kesalahan dalam memakai masker.

Padahal, meskipun sepele penggunaan masker sendiri dimaksudkan untuk melindungi diri dari risiko tertular dan menularkan penyakit. Agar, saling melindung dan menjaga.

Melihat hal itu, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair), Diansanto Prayoga, S.KM., M.Kes., menuturkan bahwa, pandemi Covid-19 memang membuat semua orang melakukan perubahan gaya hidup, salah satunya adalah memakai masker setiap kali keluar rumah atau bertemu dengan orang lain.

“Namun, masih banyak masyarakat yang melakukan kesalahan menggunakan masker yang baik dan benar,” ucap Dosen yang akrab disapa Dian dalam webinar bertajuk “Aspek Masker: Analisis Perilaku Kebersihan Masker”, Kamis, (19/08/21).

Menurut Dian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penggunaan masker sebagai protokol kesehatan bisa bekerja dengan efektif. Pertama, harus mengganti masker setiap empat jam sekali. Oleh karena itu, dia mengingatkan setiap orang untuk selalu membawa masker cadangan di dalam tas ketika keluar rumah.

“Kelalaian yang sering dilakukan adalah memakai kembali masker yang sebelumnya sudah dipakai dengan alasan eman (sayang) baru dipakai sekian menit atau satu jam. Walaupun baru dipakai sebentar, kita tidak tahu apakah lapisan luar masker itu sudah terpapar virus atau belum. Jadi, saya sarankan untuk selalu mengganti masker setelah keluar atau berada di keramaian,” terangnya.

Kedua adalah membeli masker medis yang sesuai dengan standar dan surat ijin edar. Tidak bisa dipungkiri bahwa gaya hidup memakai masker akhirnya membuat pasar saling bersaing untuk menjual masker dengan harga yang lebih murah namun tidak sesuai dengan standar. Oleh itu, pentingnya untuk selalu mengecek label atau keterangan ijin edar di setiap kemasan box masker sebelum membelinya.

Baca Juga  Dukung Kecerdasan Anak Bangsa, OJK Berikan 143 Beasiswa Bagi Pelajar Surabaya

Terkait dengan kegiatan olahraga, Dian menuturkan apabila olahraga dilakukan bersama orang lain maka pemakaian masker tetap perlu dilakukan. Akan tetapi, jika kita berolahraga sendirian dan tempatnya dirasa aman, maka kita boleh menurunkan masker.

“Yang dikhawatirkan itu ketika bersepeda rame-rame. Titik lengahnya ialah setelah muter-muter sepedaan biasanya kita akan berhenti sejenak ngumpul untuk makan bersama. Nah, ini yang harus hati-hati dan perlu diperhatikan keamanannya,” tandasnya.

Selanjutnya, hal lain yang perlu diperhatikan adalah tetap memakai masker ketika berbicara. Meskipun sudah saling percaya bahwa kondisi lawan bicara itu sehat, Dian mengatakan pemakaian masker tetap harus dilakukan untuk mengurangi risiko.

“Hal penting lainnya adalah jangan menggabungkan dua masker medis sekaligus karena masker medis tidak dirancang untuk digunakan secara bersamaan dua lapis. Gunakanlah masker medis sebagai lapisan dalam baru kemudian dilapisi masker kain di luarnya,” pungkas Dian. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto :Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...