Lomba Selam AKSI Ramaikan FORKOT III 2026 Magelang

MAGELANG || WARTAINDONESIA.co – Menjelang persiapan menuju Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) Jawa Tengah serta Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) tahun 2026 di Sulawesi Utara, Asosiasi Keselamatan Selam Indonesia (AKSI) Magelang menggelar lomba selam dalam ajang FORKOT III 2026 Kota Magelang.

Kegiatan ini menjadi salah satu cabang olahraga rekreasi yang menarik perhatian masyarakat karena menghadirkan kompetisi kemampuan menyelam dengan berbagai tantangan bawah air.

Ketua AKSI Magelang, Rudy Kurnianto mengatakan bahwa, olahraga selam menjadi aktivitas yang menantang karena memiliki tingkat kesulitan. Sekaligus, menyenangkan karena dapat dilakukan di berbagai lokasi perairan.

Peserta lomba selam AKSI lakukan gaya terbaik untuk meraih juara. (Foto : Istimewa/Warta Indonesia)

“Dari kegiatan ini memberikan pengalaman bahwa menyelam bisa dilakukan di manapun dengan nuansa yang bervariasi, tidak hanya di laut namun juga di tempat wisata dalam air lainnya,” ujar Rudy, Minggu, (24/05/26).

Dalam perlombaan tersebut, peserta diuji dalam dua kategori utama yakni hovering dan obstacle. Dimana, Hovering merupakan teknik menjaga keseimbangan tubuh di bawah air tanpa menyentuh dasar kolam, dengan penilaian berdasarkan durasi dan kestabilan peserta.

Sedangkan, kategori obstacle menitikberatkan pada ketepatan, kecepatan, dan durasi peserta saat melewati rintangan bawah air berupa hulahoop dan jalur zigzag.

“Rata-rata pegiat selam nasional mampu mencapai durasi menyelam hingga lima menit. Menurutnya, lomba ini juga menjadi media edukasi untuk mengenalkan olahraga selam kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Magelang,” terangnya.

Ditempat yang sama, Penasihat KORMI Kota Magelang, Sunarto memberikan apresiasi kepada para peserta maupun juara lomba selam AKSI dalam FORKOT III 2026. Sekaligus, mendukung olahraga rekreasi masyarakat seperti selam.

“Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta dan juara lomba selam ini. Harapannya kegiatan olahraga rekreasi masyarakat seperti ini semakin diminati warga Kota Magelang dan terus berkembang ke depannya,” tandas Sunarto.

Baca Juga  Santika Premiere Malang Hadirkan Tahun Baru Bernuansa Hawaii

Peserta lombaselam sendiri berasal dari berbagai kelompok usia. Peserta termuda adalah Khalifania Zahrajh berusia 13 tahun. Sementara, peserta paling senior Budi Suprapto berusia 43 tahun.

Khalifania mengaku mulai menyukai olahraga selam sejak usia 12 tahun karena memberikan pengalaman berbeda saat berada di bawah air.

“Saya suka olahraga menyelam ini karena memberikan ketenangan dan kenyamanan saat bisa menikmati keindahan bawah air. Saya mencoba ikut lomba ini untuk memeriahkan dan menguji kemampuan saya juga,” ungkap Fania.

Sementara itu, Budi Suprapto menilai olahraga selam bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga sarana belajar mengendalikan diri dan menikmati keindahan alam bawah air. Menurutnya, mengenalkan banyak keindahan karya Tuhan yang biasa hanya bisa dinikmati manusia di permukaan tapi juga ada di dalam air. Serta, mengajarkan tentang ketenangan dan kontrol diri.

Melalui lomba ini, AKSI berharap olahraga selam tidak hanya dikenal sebagai wisata air, tetapi juga menjadi keterampilan yang bermanfaat dalam bidang rescue atau penyelamatan bersertifikat. (*)

  • Pewarta : Diwan Ndut
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Ronie Dwito

You may also like...