OJK Pastikan Stabilitas Keuangan Nasional Terjaga Ditengah Ketidakpastian Global

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Kinerja perekonomian global ke depan dihadapkan pada ketidakpastian yang meningkat seiring dengan eskalasi tensi geopolitik di kawasan Teluk.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi dalam kesempatan Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diselenggarakan secara daring pada Senin, (06/04/26).

Namun Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa, meskipun perkembangan tersebut mengganggu operasional infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah dan memicu penutupan Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi global, OJK memastikan stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) Indonesia tetap terjaga.

“Kondisi ini mendorong lonjakan harga energi dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan global,” ucap Friderica.

Menurut Frederica, tingginya ketidakpastian global dan tekanan harga energi juga mempersempit ruang kebijakan moneter bagi bank sentral global. Sekaligus, kembali memunculkan ekspektasi high for longer. Sedangkan, di domestik, inflasi inti per Maret 2026 mengalami penurunan.

OJK secara berkelanjutan juga menjalankan agenda penguatan penegakan ketentuan di bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK). Agenda tersebut menjadi pilar utama dalam meningkatkan integritas dan kredibilitas pasar modal dalam negeri, yang juga merupakan bagian dari Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.

Sejak 1 Januari 2026 hingga 27 Maret 2026, OJK telah menyelenggarakan 1.002 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 1.915.983 peserta. Platform digital Sikapi Uangmu, yang berfungsi sebagai saluran komunikasi khusus untuk konten edukasi keuangan kepada masyarakat melalui minisite dan aplikasi, telah menerbitkan 98 konten edukasi, dengan total 885.813 viewers.

Selain itu, terdapat 4.114 pengguna Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU), dengan total akses modul sebanyak 3.464 kali dan penerbitan 2.420 sertifikat kelulusan modul.

Baca Juga  Tingkatkan Layanan, Pelindo III Gelar Rapid Antigen Gratis Bagi Penumpang Kapal Laut

Pada periode 1 Januari 2026 sampai dengan 27 Maret 2026 telah diselenggarakan implementasi program GENCARKAN melalui penyelenggaraan 8.107 kegiatan yang telah menjangkau 36,2 juta peserta di seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut terdiri atas Edukasi Keuangan secara langsung sebanyak 4.833 kegiatan serta Edukasi Keuangan Digital sebanyak 3.274 konten. Adapun untuk wilayah pelaksanaan GENCARKAN telah menjangkau 325 dari 514 atau 63,23 persen Kabupaten/Kota di Indonesia.

OJK melaksanakan kegiatan Capacity Building Edukasi dan Literasi Keuangan Duta se-Indonesia (OJK Peduli Cerdas) Seri #3 Tahun 2026 dengan Materi “Rayakan Lebaran Bersuka Cita, Tanpa Drama Keuangan Setelahnya” dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2026 yang dihadiri secara virtual oleh 477 duta literasi keuangan.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapabilitas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), khususnya dalam meningkatkan pemahaman anggota TPAKD mengenai sektor jasa keuangan serta pencegahan investasi ilegal, OJK menyelenggarakan Workshop Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) pada 3 Maret 2026 yang diikuti oleh 650 peserta perwakilan TPAKD secara virtual. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Tulus Screen shot
  • Editor : Rizal IT

You may also like...