BPOM dan Komisi IX DPR RI Dorong UMKM Miliki Izin Edar

MAGELANG || WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih, mengolah dan memasarkan produk yang aman serta memenuhi ketentuan perizinan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah menggelar sosialisasi di Kabupaten Magelang.

Sosialisasi keamanan pangan dan obat yang diikuti sekitar 200 pelaku UMKM pada Kamis, (09/07/26) di Gedung Galan Living, Kabupaten Magelang kali ini berkolaborasi dengan Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina.

Kepala Balai Besar POM Semarang, Dra. Rustyawati menyampaikan bahwa, pentingnya sosialisasi ini untuk mengedukasi masyarakat agar membiasakan diri menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli atau mengonsumsi suatu produk.

“Melalui Cek KLIK, masyarakat diharapkan selalu memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli maupun mengonsumsi produk pangan dan obat-obatan,” kata Rustyawati.

Langkah sederhana ini, lanjut Rustyawati, sangat penting untuk mencegah risiko kesehatan akibat penggunaan produk yang tidak memenuhi syarat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memastikan produk pangan maupun obat yang dikonsumsi telah memenuhi standar keamanan dan memiliki izin edar resmi. Sosialisasi juga ditujukan untuk mendorong pelaku usaha agar mengurus sertifikasi dan perizinan BPOM sehingga produk yang dipasarkan memiliki jaminan keamanan bagi masyarakat.

Selain itu, Balai Besar POM Semarang juga memaparkan cara mengidentifikasi produk pangan dan obat yang beredar di pasaran, termasuk memperlihatkan sejumlah contoh produk yang mengandung bahan berbahaya sebagai bentuk edukasi sekaligus peringatan kepada peserta agar lebih teliti dalam memilih produk konsumsi.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menyampaikan dukungannya terhadap BPOM agar terus memperluas sosialisasi keamanan pangan dan obat hingga menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

“Kami mendukung BPOM untuk terus menggiatkan sosialisasi agar masyarakat semakin cerdas dan memahami pentingnya mengetahui kandungan serta identitas produk yang dikonsumsi setiap hari,” kata Vita Ervina.

Baca Juga  PKM UNESA Kembangkan Mesin Otomatis Pengadon Kerupuk di Desa Kedungrejo Sidoarjo

Vita menambahkan, keberadaan BPOM memiliki peran penting dalam memastikan setiap produk yang beredar telah melalui proses pengujian laboratorium. Sehingga, keamanan kandungan di dalamnya dapat dipertanggungjawabkan. Edukasi kepada masyarakat pun dinilai menjadi langkah preventif untuk menekan kasus keracunan akibat pangan maupun obat yang tidak memenuhi standar.

Kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga ruang dialog antara masyarakat dengan pemerintah. Menurutnya, aspirasi maupun kendala yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan perlu dijembatani agar dapat dicarikan solusi bersama.

“Saya ingin kegiatan ini menjadi media berbagi sekaligus menjembatani masyarakat dengan instansi terkait. Berbagai persoalan yang disampaikan pelaku usaha akan kami dorong agar mendapatkan solusi sesuai kewenangan masing-masing,” pungkas Vita.

Vita menegaskan, Komisi IX DPR RI juga terus memberikan perhatian terhadap pengajuan pagu anggaran untuk program KIE agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat. (*)

  • Pewarta : Diwan Ndut
  • Foto : Diwan
  • Editor : Ronie Dwito

You may also like...