Australia Tetap Berikan SHM Bagi Orang Asing Atas Properti Apartemen Miliknya

JAKARTA_WARTAINDONESIA.co – Australia masih memberlakukan SHM Ffsik meskipun sistem pendaftaran dan penyimpanan data sudah menggunakan e-Document. Oleh karena itu, Crown Group Indonesia menekankan bahwa setiap orang asing yang memiliki apartemen di Australia akan mendapatkan SHM atas unit apartemen yang dimiliknya.

Perihal tersebut juga ditegaskan kembali oleh Manajer Penjualan Crown Group Indonesia, Reiza Arief, bahwa, perihal legalitas kepemilikan apartemen di Australia orang asing tetap akan mendapatkan jenis sertifikat yang sama dengan penduduk lokal, yaitu SHM yang berlaku seumur hidup dan dapat diwariskan.

“Sementara yang membedakan legalitas kepemilikan properti bagi orang asing di Australia dengan di Indonesia adalah di Australia hanya berlaku satu jenis sertifikat saja, yaitu Freehold certificate dan lahan di atas gedung akan dibagi dalam bentuk strata ke setiap unit,” kata Reza mellaui rilis resminya di Jakarta, Jumat, (12/02/21).

“Sedangkan di Indonesia terdapat beberapa tipe sertifikat tergantung dari kepemilikan lahan gedung, dan strata hanya merupakan kepemilikan ruang unit dan tidak termasuk lahan dimana gedung itu berdiri,” sambungnya.

SHM di Australia sendiri, lanjut Reza, masih berbentuk fisik. Walaupun sudah menggunakan sistem digital untuk penyimpanan data. Sedangkan prosesnya di Australia biasanya 2 minggu sebelum jadwal serah terima unit sertifikat sudah keluar, dan serah terima unit tidak akan terjadi apabila sertifikat belum ada.

“Pendaftaran sertifikat saat ini sudah menggunakan sistem pendaftaran digital e-documents, sehingga memudahkan bagi pembeli yg berdomisili di luar negeri,” terangnya.

Ketika ditanyakan mengapa banyak orang asing khususnya dari Indonesia lebih banyak membeli apartemen dibandingkan rumah tapak, karena untuk kepemilikan rumah tapak harganya lebih tinggi dibandingkan unit apartemen, terutama di area yang strategis seperti di dekat CBD dan area sekitar kampus.

Baca Juga  BI: Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Diharapkan Mampu Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Regional

“Apartemen juga secara umum lebih mudah di sewakan dibanding rumah tapak, sehingga memudahkan para investor yang menggunakan KPA me-leverage pembayaran cicilan bulannya. Ditambah 70% tipe pembeli dari Indonesia adalah tipe investor dimana mereka mencari properti yang mudah disewakan dan memberikan imbal hasil yang tinggi,” tandasnya.

Terkait perlu tidaknya digitalisasi pendaftaran SHM, Reiza Arief berpendapat, meskipun SHM masih berbentuk fisik, namun sistem registrasi sertifikat sebaiknya di digitalisasi untuk mencegah tumpang tindih sertifikat yang masih sering terjadi di Indonesia. Kepemilikan lahan di atas gedung Apartemen yang memiliki sertifikat terpisah juga melemahkan posisi pembeli.

“Diperlukan campur tangan dari pemerintah Indonesia untuk dapat menjamin hak konsumen mendapatkan sertifikat atas unit yang dibeli sehingga meningkatkan kepercayaan dan antusiasme konsumen dalam membeli proyek off the plan, karena sering terjadi sertifikat tidak keluar walaupun mereka sudah membayar lunas,” pungkas Reiza. (*)

  • Pewarta : Angga/Tulus
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...