PT INKA Kembali Ekspor Kereta Penumpang Jenis MG (Meter Gauge) ke Bangladesh

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Ekspor ke Bangladesh ini merupakan rangkaian dari usaha PT INKA (Persero) untuk meningkatkan pasar ekspornya setelah sebelumnya juga pernah memenuhi pesanan kereta ke luar negeri lainnya seperti Malaysia,Thailand, Filipina dan juga ke Australia.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro, usai melakukan pengiriman Batch Ketiga Ekspor Kereta Penumpang Jenis MG (Meter Gauge) ke Bangladesh pada Sabtu, 26 Oktober 2019 di Terminal Jamrud II Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Budi Noviantoro menyampaikan bahwa, pengiriman Batch ketiga ini sebanyak 22 kereta akan diberangkatkan minggu, 27 Oktober 2019. Dan, akan memerlukan waktu 11 hari untuk sampai di Chitagong Port.

“Diperkirakan pada tanggal 7 November 2019 Kereta tersebut telah tiba dan selanjutnya akan dilakukan persiapan untuk komisioning sebelum nantinya dioperasikan oleh pihak Bangladesh Railways,” ucap Budi usai pengiriman Batch Ketiga, Sabtu, (26/10/19).

Budi juga menjelaskan, kontrak Pengadaan 250 kereta penumpang untuk Bangladesh Railway merupakan hasil tender yang dimenangkan oleh PT INKA (Persero) pada tahun 2017 dengan nilai kontrak sebesar US$ 100,89 juta setelah sebelumnya pada tahun 2016, PT INKA (Persero) juga telah mengekspor sebanyak 150 kereta dengan nilai kontrak sebesar US$ 72,39 juta dan 50 kereta ke Bangladesh pada tahun 2006 dengan nilai kontrak sebesar US$ 13,8 juta.

50 kereta tipe BG (broad gauge) telah dikirimkan pada bulan Januari hingga April 2019 yang lalu dan PT INKA (Persero) kembali mengirimkan lagi 200 kereta untuk Bangladesh Railway yang proses pengapalan batch pertama dan kedua dengan total 48 kereta tipe MG (meter gauge) telah dimulai pada bulan Juli dan September 2019 melalui Terminal Jamrud II, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Adapun perbedaan kereta antara kereta tipe BG dan kereta tipe MG terletak pada lebar track (track gauge) yang digunakan. Untuk kereta tipe BG digunakan pada track dengan lebar 1.676 mm sedangkan kereta tipe MG digunakan pada track dengan lebar 1.000 mm.

“Saat ini PT INKA (Persero) juga tengah dalam persiapan untuk mengirimkan pesanan pesanan dari Philiphine National Railway (PNR) berupa 2 trainset Diesel Multiple Unit (DMU) konfigurasi 3 car dengan kontrak sekitar Rp 480 Milyar,” terangnya.

Selain itu, dari pihak PNR juga memesan 4 trainset DMU konfigurasi 4 car dan 3 lokomotif serta 15 kereta penumpang dengan total nilai kontrak sekitar Rp 800 milyar. (Tls)

You may also like...