Habib Ja’far Ajak Nonton Duluan Film Seni Merayu Tuhan di Surabaya
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Film baru berjudul Seni Merayu Tuhan yang diproduksi oleh Wahana Kreator tentang proses pendewasaan dan mencari jalan kebaikan akan resmi tayang serentak di bioskop Indonesia pada 13 Agustus 2026 mendatang.
Film yang dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar serta Arie Kriting ini, diadaptasi dari buku best seller Seni Merayu Tuhan karya Husein Ja’Far Al Hadar yang sukses mencuri perhatan publik.
Husein Ja’Far Al Hadar yang lebih dikenal dengan sebutan Habib Ja’far ini merupakan seorang pendakwah dan penulis Indonesia lulusan Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dalam kesempatan kunjungan di Kota Surabaya pada Jumat, (07/08/26) di XXI Tunjungan Plaza 1 Surabaya, Habib Ja’far mengajak masyarakat untuk bersama sama Nonton Duluan film terbaru Seni Merayu Tuhan.
Habib Ja’far mengatakan bahwa, film yang dikemas dengan genre drama coming of age ini ingin mengajak warga Surabaya menjadi saksi pertama film Seni Merayu Tuhan yang menghadirkan kisah haru dan hangat.
“Cerita di film ini diadaptasi dari buku saya yang sebelumnya juga pernah menjadi program di YouTube saya. Namun, ketika diadaptasi ke layar lebar, beda lagi ceritanya,” kata Habib Ja’far.
Menurut Habib Ja’far, film ini masih membicarakan tentang spiritualitas, tapi utamanya adalah cerita tentang pendewasaan, baik dalam kisah cinta, remaja, relasi anak dan ibu, dan relasi persahabatan. Sehingga, banyak dari penonton merasa relate dengan perjalanan film tersebut.
“Ketika banyak orang bersemangat untuk kembali ke Tuhannya tapi cenderung pendekatannya hanya secara ritual. Nah, film Seni Merayu Tuhan ini ingin mengajak kita semua untuk kembali berefleksi, apakah cara kita beribadah dan menjalani kehidupan hanya untuk mencapai tujuan semu atau benar-benar dilandasi keikhlasan,” terangnya.
Melalui film Seni Merayu Tuhan ini, Habib Ja’far berdoa dan berharap bisa menjadi ruang kontemplatif untuk semua masyarakat khususnya anak muda agar bisa kembali berbuat kebaikan sepenuh hati.
Sedikit cerita dalam film Seni Merayu Tuhan, melalui kisah Hikmah yang dipernakna oleh Ari Irham, merupakan pemuda tersesat yang ditinggal mati ibunya. Film ini memberikan penonton pelajaran dan momen reflektif tentang proses pendewasaan dan mencari jalan kebaikan. Hikmah berusaha untuk mendekatkan diri ke Tuhan, agar ia bisa mendoakan mendiang ibunya, tetapi ia justru semakin jauh dan melukai orang-orang di sekitarnya.
Produser film, Sigit Pratama mengatakan, film Seni Merayu Tuhan menjadi film yang memberikan refleksi tentang proses pendewasaan dan cerminan bagi banyak anak muda tentang mencari makna dalam hidup.
“Sedangkan, poin utama film Seni Merayu Tuhan adalah tentang proses memaknai keikhlasan dan penerimaan diri. Tidak semua persoalan hidup harus menemukan jawaban atau kesembuhan pada saat itu juga,” ungkap Sigit.
Menurut Sigit, proses pendewasaan seseorang dalam hidup terus berjalan dan tak pernah ada kata titik. Namun, yang menjadi penting adalah bagaimana kita berupaya untuk terus menjadi lebih baik dari kemarin.
Istimewanya lagi, dalam program Nonton Duluan bersama Habib Ja’far di XXI Tunjungan Plaza 1 Surabaya ini selain dihadiri ratusan penonton dari berbagai kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik hingga Malang juga dihadiri Konten Kreator Andi Sugar bersama Ibundanya Mama Elly. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Tulus
- Editor : Rizal IT