Abmas ITS Olah Minuman Tradisional Legen Menjadi Nata

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Minuman tradisional asal Gresik Legen ternyata tidak hanya sekedar minuman segar tapi bisa diolah menjadi nata yang kenyal dan nikmat. Sehingga, bisa meningkatkan harga jual legen sebagai produk yang bernilai ekonomis dan halal.

Tim pengabdian masyarakat (Abmas) dari Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkenalkan pembuatan nata dengan bahan dasar legen kepada para petani legen di Gresik Jawa Timur.

Ketua Tim Dr Lailatul Qadariyah ST MT menjelaskan, bahwa, legen merupakan minuman legendaris yang terbuat dari pohon siwalan dan banyak ditemukan di sekitar wilayah Hendrosari, Gresik.

“Apabila dalam pembuatan legen itu tidak diolah dengan baik, maka dalam waktu kurang lebih 24 jam legen akan berubah menjadi tuak,” ucap Dr. Arin, Selasa, (05/01/21).

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Hardi Sunaryo selaku perwakilan Asosiasi Petani Legen Hendrosari atau dikenal dengan APLAH, lanjut Dr. Arin, legen memiliki komposisi yang hampir sama dengan air kelapa tua. Sehingga memungkinkan legen dapat dimanfaatkan dengan melakukan fermentasi untuk menghasilkan nata.

“Sehingga tim Abmas ITS melakukan sosialisasi pembuatan nata berbahan dasar legen kepada para petani legen di Gresik. Hal ini guna meningkatkan pemanfaatan legen sebagai produk bernilai ekonomis tinggi menjadi Nata de Legen,” terangnya.

Sebelum melakukan pendampingan langsung, tim melakukan pembuatan Nata de Legen terlebih dahulu. Hal ini diawali dengan membeli starter Acetobacter xylinum dari Laboratorium Mikrobiologi Unair. Kemudian, tim abmas ITS melakukan pembuatan nata dengan bahan dasar legen di Laboratorium Pengolahan Limbah Industri, Departemen Teknik Kimia ITS.

Selanjutnya dilakukan acara pendampingan pada mitra para petani legen di Desa Hendrosari, Gresik dalam pembuatan Nata de Legen. Pendampingan kepada mitra ini dilakukan secara hybrid, yaitu luring dan daring. Dalam pendampingan luring itu ada beberapa dosen dan mahasiswa yang langsung hadir di Gresik.

Baca Juga  ITS Kembangkan Eduwisata Herbal Berbasis Energi Terbarukan

“Sedangkan daring dilakukan melalui aplikasi zoom jika ada yang tidak bisa berangkat ke Gresik,” terang dosen Departemen Teknik Kimia ini.

Arin menjelaskan bahwa legen yang dihasilkan nantinya bisa diamati hingga dua minggu berikutnya. Selain itu, agar mitra yang merupakan asosiasi petani legen Hendrosari bisa membuat nata sendiri, maka diadakan pendampingan pembuatan starter Acetobacter xylinum. “Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan starter nata berbahan dasar legen,” paparnya.

Tak berhenti di situ, imbuh Arin, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan melakukan uji klinis terhadap hasil nata dan pengajuan sertifikasi halal terhadap produk nata hasil buatan para petani legen. Harapannya adalah agar mitra dapat mandiri dalam membuat nata sehingga harga produksi pembuatan nata menjadi rendah. “Selain itu juga memberikan profit yang signifikan bagi petani legen,” pungkasnya. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...