Keseruan SMP Al Falah Ajak Siswa Lestarikan Olahraga Tradisional

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Menyambut Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2022, SMP Al Falah Surabaya mengajak siswa siswi untuk berpartisipasi kembali memperkenalkan dan melestarikan olahraga tradisional.

Keseruan olahraga seperti Gobak Sodor, Boi Boian, Engrang, Lompat Tali, Bola Bekel, Engklek, Dakon dan karambol yang diadakan pada Kamis, (08/09/22) di Halaman Taman Bungkul Surabaya ini diikuti seluruh siswa kelas 7-9.

Kepala Sekolah SMP Al Falah Surabaya, Darmanto MP.d mengatakan bahwa, tujuan diadakannya kegiatan olahraga tradisional ini adalah untuk memperkenalkan dan melestarikan kembali permainan yang sempat ilang tergerus oleh jaman.

“Selain itu, juga untuk menguatkan gerak tubuh para siswa yang sempat vakum melakukan aktifitas outdoor karena adanya pandemi,” ucap Darmanto di sela sela kegiatan olahraga tradisional, Kamis, (08/09/22).

Karena, lanjut Darmanto, ini bukan hanya sebuah olahraga tradisional tapi juga kombinasi antara permainan, olahraga dan pendidikan yang menyehatkan badan dan pikiran. Contohnya Gobak Sodar yang membutuhkan kekuatan fisik serta kekompakan tim juga teknik untuk menjadi pemenang.

“Sehingga, melalui kegiatan olahraga tradisional ini kami juga bisa menumbuhkan calon  bibit bibit siswa yang berprestasi dibidang non akademik,” terangnya.

SMP Al Falah Surabaya juga berharap melalui olahraga tradisional ini mampu memupuk budaya bangsa dan mencetak siswa siswi yang sehat serta berprestasi.

Olahraga tradisional dibagi 2 sesuai kapasitas. Diantaranya, kelompok Putra mengikuti olahraga tradisional seperti Gobak Sodor, Boi Boian, Engrang dan Karambol. Sedangan Kelompok Puytri mengikuti olahraga tradisional Engklek, Dakon, Lompat Tali dan Bola Bekel.

Syamil (13) siswa kelas 8 mengaku senang bisa kembali berolahraga dengan permainan tradisional yang seru dan menyenangkan seperti Engkrang Batok dan Karambol. Karena, menurutnya olahraga ini sudah hampir jarang ditemui dilingkungannya. Semua anak lebih sibuk memilih permainan modern dengan gadget.

Baca Juga  Menkes RI Tinjau 2500 Peserta Vaksinasi Masyarakat Lansia di Surabaya

“Padahal permainan ini seru loh. Kita harus bergerak cepat menuju finis dengan menginjak batok kelapa. Serta, berfikir cerdas tentang teknik memantulkan bola karambol ke dalam lubang agar jadi pemenang,” papar Syamil.

Hal senada juga disampaikan Nafila (14) siswi kelas 9 meskipun capek harus loncat loncat bermain Engklek tapi olahraga ini seru dan menyenangkan. Menurut Nafila, olahraga tradisional ini tidak saja bikin badan jadi sehat tapi bikim otak jadi terus terasah untuk berfikir teknik agar tidak kalah dan salah dalam melakukan lompatan.

“Semoga, melalui olahraga tradisional ini bisa memberikan semangat baru buat anak anak. Serta, menumbuhkan siswa yang sehat dan berprestasi dibidang olahraga,” ungkap Darmanto (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Tulus
  • Penerbit : Dwito

You may also like...