Relawan UNAIR Hadirkan Trauma Healing Anak-Anak Terdampak Bencana Aceh-Sumatra

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Relawan kesehatan dari Universitas Airlangga (UNAIR) terus lakukan aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di Sumatra Barat. Salah satunya memberikan pelayanan kesehatan pada anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana.

Seperti halnya relawan Rumah Sakit Ksatria Airlangga (RSKKA) yang terus melanjutkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak di Sumatra Barat.

Salah seorang relawan RSKKA, dr Sofia mengatakan bahwa dalam pelayanan, mereka juga menangani masalah kesehatan yang berkaitan dengan kejiwaan. Terutama gangguan penyesuaian dan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

“Pada pasien-pasien dengan gangguan penyesuaian, gejala kecemasan, sedih, sulit tidur, merupakan gejala yang paling menonjol dikeluhkan para penyintas,” kata dr. Sofia, Senin, (22/12/25).

Menurut dr. Sofia, relawan memberikan pelayanan kesehatan tersebut di Desa Talago berkolaborasi dengan tim dari UNP, UB dan UMM.

“Untuk komunitas anak, kami melakukan trauma healing. Trauma healing kami lakukan dengan mengisi kegiatan anak-anak. Seperti story telling tema keberanian, kegiatan menggambar, berekspresi serta menceritakan gambar yang dibuat dengan tema yang disesuaikan oleh tim, dan menyanyi bersama,” terangnya.

Di lokasi dan waktu berbeda, upaya memulihkan kondisi psikologis anak-anak terdampak banjir bandang dan tanah longsor juga terus dilakukan oleh relawan UNAIR di Aceh Tamiang. Sedangkan, kegiatan trauma healing dilakukan oleh relawan UNAIR berkolaborasi dengan IDI Surabaya dilakukan di Masjid Al Muhidin, Desa Bukit Rata, Aceh Tamiang.

Program tersebut hadir sebagai bentuk dukungan psikologis untuk anak-anak yang rentan mengalami trauma akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor. Lebih dari 35 anak dari usia batita hingga remaja mengikuti kegiatan yang berlangsung meriah.

Dalam kegiatan tersebut, relawan menghadirkan sesi dongeng berjudul “Kancil dan Gajah” yang dibawakan oleh dr Aniq Roisatul Khikmah, relawan dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). Dongeng semakin menarik dengan penggunaan properti balon bergambar gajah dan kelinci yang dibuat dari handscoon.

Baca Juga  Indonesia-Belanda Bersinergi Optimalkan Kolaborasi Pendidikan dan Penelitian

Lettu Laut (K) dr Wahyudi Eko Prasetyo, salah satu relawan dari UNAIR yang juga terjun dalam misi kemanusiaan tersebut menuturkan kehadiran trauma healing tersebut mendapatkan antusiasme tinggi dari anak-anak.

“Setelah sesi dongeng, anak-anak diajak menyanyi bersama. Mereka pun tampak antusias ketika dibagikan balon tepuk serta balon tiup bergambar lucu, hasil kreasi tim relawan dari Klinik Abah,” ungkap dr. Wahyudi. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Rizal IT

You may also like...