Wisuda Purna Siswa ke-49 Smamda Surabaya Berlangsung Haru dan Bangga
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Sebanyak 395 siswa SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya dinyatakan lulus dengan nilai memuaskan. Hebatnya lagi, sebagian siswa sudah diterima diperguruan tinggi Negeri/Swasta favorit.
Prosesi Wisuda Purna Siswa ke-49 bertema “The Golden Generation: Empowered by Faith and Inspired by Excellence” yang dilaksanakan pada Sabtu, (23/05/26) di Tower Smamda Surabaya ini menjadi puncak pelepasan bagi lulusan SMamda Surabaya yang disiapkan sebagai penggerak dakwah.
Kepala Smamda Surabaya, Ustadz Muklasin menyampaikan rasa syukur, bangga dan mengapresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah lulus dengan nilai terbaik. Namun, ia menegaskan wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi para alumni untuk menjadi bagian dari masyarakat pembelajar.

“Untuk itu, para lulusan diharapkan tidak lengah dalam menghadapi perkembangan zaman. Ini adalah momen pembuka kalian. Ayo bangun, sudah waktunya mandiri untuk menatap hidup selanjutnya,” ucap Ustadz Muklasin.
Ustadz Muklasin juga menyampaikan pesan penting kepada para wisudawan untuk tetap memegang teguh nilai agama di amanapun berada, menjadikan nilai Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai fondasi hidup serta menjadi penggerak dakwah di lingkungan masyarakat maupun kerja.
“Serta, tidak lupa untuk menjaga akhlak dan integritas. Selain itu, pentingnya tanggung jawab dan kemampuan menjalankan amanah di samping kecerdasan intelektual,” pesannya.
Dalam kesempatan prosesi Wisuda Purna Siswa ke-49, Smamda Surabaya juga memberikan penghargaan khusus kepada siswa siswi yang aktif dan berprestasi di bidang ekstrakurikuler pilihan.
Momen mengharukan sekaligus membanggakan tersebut juga dirasakan salah satu siswi Smamda Surabaya bernama Luthfiya Nabila Fahmi (18) asal Kota Cepu Jawa Tengah. Ia mengaku sedih harus berpisah dengan para ustadz dan ustadzah yang banyak memberikan ilmu. Serta, sahabat di Smamda Surabaya.
“Namun, aku bangga bisa lolos dan diterima di Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNair) Surabaya jurusan International Undergraduate Program (IUP). Semoga, ilmu yang kita dapat selama di Smamda Surabaya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandas Nabila tersenyum bangga.
Hal senada juga disampaikan Chika Sabrina siswi Smamda Surabaya yang masih berusia 17 tahun tapi sudah lulus dengan nilai memuaskan. Ia mengaku bangga namun sedih harus berpisah dengan teman teman baiknya di sekolah.
“Aku akan melanjutkan kuliah di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). ITS adalah kampus impian aku sejak dulu. Semoga bisa lolos,” ungkap Chika. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Tulus
- Editor : Rizal IT