Ketua DPRD Jatim Lepas Rombongan Ludruk Menuju TMII Jakarta

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Ada setitik harapan dan kecerahan, ketika DPRD Jawa Timur mulai memperhatikan dan memberikan dukungan terhadap kesenian tradisional  Ludruk yang semakin kurang mendapat perhatian dari dinas terkait.

Hal ini terlihat saat Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi melepas rombongan ludruk yang tergabung dalam Irama Budaya Sinar Nusantara pada Jumat, 25 Oktober 2019 di Gedung DPRD Jawa Timur untuk melkukan pentas ludruk di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)  Jakarta.

Kusnadi menyampaikan bahwa, pemberangkatan rombongan ludruk dari gedung DPRD Jatim menuju TMII Jakarta ini merupakan wujud kepedulian DPRD Jatim terhadap kesenian. Karena, merupakan kebudayan Jawa Timur yang harus terus dilestarikan.

“Kesenian ludruk sudah semakin jarang diminati. Terlebih anak anak muda zaman sekarang yang lebih memilih bermain gadget. Kesenian tradisional ludruk harus terus dilestarikan,” kata Kusnadi sebelum memberangkatkan rombongan ludruk ke TMII Jakarta, Jumat, (25/10/19).

“Kita sebagai warga Jawa Timur seharusnya bangga. Karena, kesenian ludruk masih mendapatkan perhatian dibeberapa daerah. Terbukti, ludruk diundang untuk pentas di TMII Jakarta,” sambungnya.

Oleh karena itu, masih kata Kusnadi,  DPRD Jatim menjamin fasilitas para seniman ini selama di Jakarta. Termasuk,  kebutuhan seperti transpotasi dan kebutuhan selama perjalanan.

Ditempat yang sama, Meimura selaku Ketua Irama Budaya Sinar Nusantara menyampaikan terima kasih kepada DPRD Jatim yang telah mendukung dan mensupport para seniman ludruk untuk bisa tampil lebih maksimal di TMII Jakarta.

 “Pentas ini sengaja digelar untuk menunjukan kepada masyarakat, bahwa seni ludruk yang merupakan salah satu budaya Indonesia masih ada dan harus dilestarikan,” terang Meimura.

Meimura juga menjelaskan bahwa, kunjungan ke TMII Jakarta untuk melakukan pementasan ludruk bertajuk “Lautku Lautmu Laut Kita” pada Sabtu, 26 Oktober 2019 pukul 19.00 wib merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pentas keliling dibeberapa kota untuk lebih mengenalkan kesenian ludruk Jawa Timur kepada masyarakat Indonesia.

Sebelumnya sudah dilakukan pementasan ludruk seperti di Malang (04/10), Madiun (12/10), Lamongan (19/10) menyusul di Nganjuk pada 16 November dan diakhiri di Blitar Jawa Timur tanggal 27 November 2019.

“Kami berharap, dukungan dari DPRD Jatim bisa menjadi contoh untuk dinas terkait lainnya. Bahwa, ludruk merupakan kesenian yang harus dilestarikan. Untuk itu, kami butuh perhatian dan dukungan,” pungkas Meimura. (Tls)

You may also like...