Aplikasi “KLIKKB” Dukung Pengendalian Jumlah Penduduk di Indonesia

JAKARTA-WARTAINDONESIA.co – Tingginya jumlah penduduk di Indoneisa terlebih di masa pandemi, membuat KlikDokter yang merupakan platform kesehatan digital terinspirasi untuk mengembangkan sebuah aplikasi pengendalian jumlah penduduk bernama “KLIKKB”.

Bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), KlikDokter melaunching secara resmi aplikasi KLIKKB pada Jumat, 21 Agustus 2020 lalu di Jakarta.

Dr (H.C). dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) selaku Kepala BKKBN menyampaikan bahwa, adanya penurunan cukup drastis dalam penggunaan kontrasepsi selama pandemi COVID-19 mengakibatkan peningkatkan jumlah kehamilan tidak direncanakan sebesar 17.5 persen pada skala nasional.

“Peningkatan angka kehamilan sebesar 17.5% bukan angka yang kecil. Angka ini berarti untuk setiap 100 kehamilan, ada 17 kehamilan yang tidak direncanakan,” ucap dr. Hasto melalui rilis, Senin, (24/08/20).

“Berbagai penyebab seperti kekhawatiran akseptor KB untuk menggunakan fasilitas kesehatan, adanya provider yang tidak membuka layanan, ataupun terhambatnya menuju tempat pelayanan karena Pembatasan Sosial Berskala Besar menjadi faktor-faktor yang membuat Pasangan Usia Subur tidak memiliki akses untuk mendapatkan kontrasepsi,” imbuhnya.

Padahal, lanjut dr. Hasto, pelayanan kontrasepsi harus terus dilakukan untuk memenuhi tujuan perencanaan keluarga yaitu menunda kehamilan, menjaga jarak antar kelahiran, dan mengakhiri kesuburan.

“Dengan adanya aplikasi KLIKKB, diharapkan mampu memberikan pelayanan kontrasepsi kepada Pasangan Usia Subur di masa pandemi COVID-19 ini dengan lebih mudah. Sehingga, mampu mengontrol laju pertambahan penduduk,” terangnya.

Dikesempatan yang sama, Bonny Anom selaku Deputy CEO KlikDokter menegaskan, KlikDokter (www.klikdokter.com) sebagai mitra kesehatan pemerintah ingin selalu mendukung penuh kebutuhan komunikasi informasi dan edukasi kesehatan untuk masyarakat Indonesia.

“Terlebih di era pandemi ini, ketika pelayanan kesehatan membutuhkan digitalisasi secara cepat, kami ingin berperan serta aktif. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan akan mendekatkan pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi kepada masyarakat Indonesia,” harap Bonny.

Pemakaian teknologi saat ini menjadi kunci penting terhadap penyesuaian perubahan zaman yang serba cepat dan dinamis, termasuk dalam pelayanan kontrasepsi. Harapannya, dengan adanya aplikasi ini, tujuan akhir membentuk keluarga aman, tenteram dan mandiri dapat bisa tercapai melalui perencanaan keluarga.

Aplikasi “KLIKKB”, akan menghubungkan secara langsung antara akseptor KB dengan bidan dan memungkinkan akseptor mendapatkan informasi secara interaktif atau konseling dalam aplikasi ini.

“Dalam aplikasi ini tersedia layanan live chat dengan provider, informasi tempat pelayanan KB, alarm pengingat baik bagi provider maupun akseptor untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi ulangan,” pungkasnya.

Aplikasi ini diharapkan dapat membantu Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dalam hal mengetahui kebutuhan Pasangan Usia Subur terhadap jenis kontrasepsi sehingga dapat menjadi masukan bagi kebijakan program.

Saat ini tenaga kesehatan yang dilibatkan sebagai pemberi layanan adalah bidan sebanyak 2.000 yang tersebar di seluruh Indonesia dan bidan konselor yang akan bertugas memberikan konsultasi melalui “KLIKKB”. Kemudian sebanyak 2000 bidan sedang dipersiapkan untuk wilayah Jawa dan Bali. (*)

  • Pewarta : Angga/Tulus
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...