Masa Depan Industri Musik Indonesia di Masa Transisi New Normal

JAKARTA_WARTAINDONESIA.co – Meskipun dalam masa pandemi Covid-19 terlebih memasuki transisi New Normal, musisi Indonsia harus beradaptasi dan terus berinovasi agar bisa survive dan industri musik di Indonesia bisa terus berjalan.

Hal ini disampaikan oleh Armand Maulana, musisi senior dan juga vokalis band GIGI dalam kesempatan diskusi santai bertema “Inovasi Dunia Pertunjukan Musik di New Normal” pada Kamis, 09 Juli 2020 yang dikemas secara virtual oleh BaBe sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif di Indonesia

Armand Maulana mengatakan bahwa, inovasi menjadi suatu keharusan agar musisi bisa survive. Dan, konser virtual dan kolaborasi dengan platform digital pun akhirnya menjadi opsi dan juga peluang baru.

“Digital platform menjadi sarana baru yang banyak digunakan musisi untuk terhubung dengan para penikmat musiknya, sekaligus menjadi saluran bagi mereka untuk berkarya,” kata Armand, Kamis, (09/07/20).

Hal senada juga disampaikan Bens Leo, pengamat musik, bahwa digitalisasi dan inovasi menjadi suatu keharusan yang akan dialami oleh industri musik dan juga pertunjukan musik. Pandemi ini di sisi lain juga menghasilkan banyak inovasi baru, seperti konser musik virtual “Konser 7 Ruang” yang dimeriahkan banyak penyanyi ternama.

“Justru di tengah kondisi ini para pemain industri musik semakin tertantang untuk lebih kreatif dan inovatif,” terang Leo.

Sedangkan, menurut World Economic Forum, industri musik global memiliki dua jalur keuntungan utama. Pertama melalui pertunjukan live atau offline yang menghasilkan 50% dari total keuntungan dan berasal dari jumlah penjualan tiket. Kedua dari rekaman, yang termasuk pendapatan dari streaming, digital download, penjualan album fisik, dan pendapatan sinkronisasi (lisensi musik untuk games, TV, dan iklan).

Koalisi Seni Indonesia pun mengatakan di bulan Maret 2020, terdapat sekitar 40 konser, tur, serta festival musik yang dibatalkan atau ditunda.

Baca Juga  Alfamidi Terus Berkomitmen Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Kiki Ucup, Strategic Planner demajors dan Program Director Synchronize Festival, mengatakan bahwa, pandemi ini tidak akan mengubah wajah industri pertunjukan musik sepenuhnya.

“Tapi, justru membuat para pelakunya banyak mencoba berbagai hal baru yang memungkinkan penyelarasan dengan dunia digital dan tentunya tetap harus sejalan dengan protokol yang ditetapkan pemerintah,” terang Kiki.

BaBe, selaku platform digital untuk beragam konten, menyambut baik potensi kolaborasi antara aplikasi dengan pelaku industri pertunjukan musik. Mendukung kemajuan industri kreatif, termasuk dunia musik, menjadi salah satu dari fokus BaBe. (*)

  • Pewarta : Angga/Tulus
  • Foto Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...