Keseruan MORA Group Ajak Media Belajar Table Manner
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih atas kinerja para kuli tinta, MORA Group menggelar kegiatan media engagement dengan mengajak media untuk belajar Table Manner dan berbagi cerita.
Mengusung tema “Meja Kami untuk Hari Pers” kegiatan media engagement yang diadakan pada Senin, (09/02/26) di Laviere Lounge MORAZEN Surabaya ini untuk merayakan Hari Pers Nasional 2026.
Sebanyak 26 jurnalis dari perwakilan media Online, Cetak hingga Televisi ini diundang MORA Group dalam format yang lebih dialogis dan partisipatif.

CEO MORA Group, Andhy Irawan menegaskan bahwa, acara silaturahmi ini dirancang secara khusus sebagai bentuk apresiasi kepada rekan-rekan media yang telah berkontribusi menjadi corong informasi positif kepada masyarakat.
“Oleh karena itu, kami memberikan kesempatan para jurnalis untuk merasakan secara langsung suasana jamuan formal yang biasa disiapkan di industri perhotelan,” kata Andhy.
Menariknya, lanjut Andhy, kegiatan ini dirancang dalam format table manner session yang dipadukan dengan diskusi santai mengenai perkembangan industri perhotelan dan pariwisata. Sekaligus, mengajak para insan media menjajal langsung peran di dunia hospitality, termasuk menjadi barista dan bartender.
Melalui sesi ini, peserta dapat memahami alur penyajian, fungsi perlengkapan makan yang lengkap, serta dinamika di balik sebuah formal dining set-up bukan dalam konteks pembelajaran formal, melainkan sebagai pengalaman bersama dalam suasana yang santai dan terbuka.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya ‘return the favor” kepada media. Dimana, selama ini rekan-rekan media sering hadir dalam berbagai acara formal sebagai tamu undangan.
“Hari ini kami ingin berbagi perspektif dari sisi tuan rumah, agar bisa saling memahami proses di balik sebuah jamuan. Juga kami melihat media bukan hanya sebagai mitra publikasi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang ikut mengawal pertumbuhan industry,” terangnya.
Dalam sesi diskusi, Andhy Irawan juga menyampaikan gagasan untuk menginisiasi forum diskusi kelompok terarah (FGD) bersama media Surabaya. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang dialog terbuka antara pelaku industri dan insan pers untuk membahas isu-isu strategis terkait pertumbuhan dan tata kelola pariwisata di Surabaya.
Menurut Andhy, peran media tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun narasi yang konstruktif bagi perkembangan sektor pariwisata daerah. Dimana, model diskusi serupa sebelumnya telah dilakukan di Jakarta, dan dinilai efektif dalam mendorong pertukaran gagasan antara berbagai pemangku kepentingan.
Litania selaku Creative & Marketing Communications Manager MORA Group menambahkan bahwa, pertumbuhan perusahaan tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Termasuk peran dari rekan media mellaui pemberitaan positifnya.
“Kami percaya ini adalah hasil dari doa banyak orang. Dalam berbagai program MORA Impact, kami sering berkolaborasi dengan rekan-rekan jurnalis. Dari situ kami bisa bertemu lebih banyak orang dan berupaya memberikan dampak. Ketika kita memberi manfaat, kita juga menerima banyak doa baik,” tandas Litania.
Keseruan acara juga dirasakan salah satu rekan media dari ANTARA Jatim Nauval (37) yang menjajal langsung menjadi barista. Menurutnya, pekerjaan barita ternyata seru namun lebih sulit daripada menjadi seoarang jurnalis.
“Seru seru. Menyenangkan ternyata menjadi barista. Bisa menciptakan inovasi minuman baru yang enak dan segar. Namun, ternyata pekerjaan barista lebih sulit dari pada menjadi seorang jurnalis,” ungkap Nouval sembari tertawa. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Tulus
- Editor : Rizal IT