PRAMITA Surabaya Layani Pemeriksaan Polysonografi Deteksi Obstruksi Sleep Apnea
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Kerap kali pasangan merasa terganggu dengan suara dengkuran (Ngorok) yang keras atau dalam bahasa medis disebut Sleep Apnea ketika menikmati istirahat malam.
Hal tersebut kerap tidak disadari masyarakat. Padahal, ngorok bisa menjadi tanda gangguan pernapasan. Kondisi ini dapat berdampak serius terhadap kesehatan tubuh.
Andini Ekawati, perwakilan PRAMITA Surabaya mengatakan bahwa, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahaya Sleep Apnea karena gejalanya sering dianggap biasa. Padahal, gangguan ini ditandai dengan kebiasaan ngorok hingga henti napas berulang saat tidur yang membuat kualitas istirahat menurun dan tubuh kekurangan oksigen.
“Orang sering tidak tahu sleep apnea itu apa. Tapi biasanya sadar kalau dirinya ngorok. Padahal pasien sleep apnea umumnya mengalami dengkuran keras, bangun tidur tidak segar, mudah mengantuk, bahkan pusing saat pagi hari,” ujar Andini, Senin, (18/05/26).
Menurut Andini, penderita sleep apnea sering merasa sudah tidur cukup lama, tetapi kualitas tidurnya sebenarnya buruk. Akibatnya, tubuh tetap terasa lelah dan mudah mengantuk meski aktivitas baru dimulai sejak pagi hari.
“Meski sering dianggap sepele, kebiasaan mendengkur yang terjadi terus-menerus sebaiknya tidak diabaikan,” terangnya.
Oleh karena itu, pentingnya mengenali tanda-tanda sleep apnea lebih awal karena dapat membantu mencegah risiko gangguan kesehatan yang lebih serius dan menjaga kualitas tidur tetap optimal.
Sleep apnea dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti hipertensi, stroke, diabetes, hingga gangguan jantung. Risiko ini tidak hanya dialami orang dengan berat badan berlebih, tetapi juga mereka yang memiliki struktur saluran napas sempit.
Untuk membantu mendeteksi kondisi tersebut, pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan alat Sleep Diagnostic Test yang ada di PRAMITA Surabaya dengan pemeriksaan Polysonografi. Dimana, alat ini dipasang saat pasien tidur untuk memantau pola napas, kadar oksigen, detak jantung, hingga frekuensi henti napas selama malam hari.
“Pemeriksaan dilakukan agar tingkat keparahan sleep apnea bisa diketahui sehingga penanganannya lebih tepat,” ungkap Andini.
Untuk gejala Sleep Apnea yang perlu diwaspadai diantaranya, dengkuran keras saat tidur atau ngorok terus-menerus, bangun tidur terasa tidak segar dan tubuh tetap lelah, mudah mengantuk di pagi atau siang hari, sering pusing setelah bangun tidur dan henti napas berulang saat tidur tanpa disadari. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Tulus
- Editor : Rizal IT