EESA Summit Indonesia 2026 Ajang Perkuat Kerjasama Internasional
JAKARTA || WARTAINDONESIA.co – Perkuat kerja sama internasional, mendorong penguatan industri dalam negeri serta mempercepat peralihan ke energi bersih di Indonesia, EESA China kembali memprakasai ajang EESA Summit Indonesia 2026.
Bekerjasama dengan Seven Event, EESA Summit Indonesia 2026 yang juga di didukung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI ini diadakan pada Selasa, (09/06/26) di Pullman Hotel Thamrin, Jakarta.
Agus Riyadi, COO Seven Event selaku penyelenggara mengatakan bahwa, EESA Summit Indonesia 2026 hadir sebagai jembatan strategis untuk mempertemukan pemerintah selaku pembuat kebijakan dengan para pelaku industri utama di sektor ini.
“Kami berharap, sinergi yang kuat antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya melalui pemanfaatan inovasi teknologi penyimpanan energi, dapat mempercepat pencapaian target transisi energi bersih serta mendukung ketahanan energi nasional yang andal dan berkelanjutan,” ujar Agus.
EESA Summit Indonesia 2026 terselenggara sebagai platform penting untuk menghubungkan pasar Indonesia yang berkembang pesat dengan penyimpanan energi canggih dari Tiongkok, mendorong kolaborasi melalui pertemuan bisnis, diskusi kebijakan, dan keterlibatan langsung.
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki tantangan sekaligus peluang besar dalam bidang energi terbarukan. Penggabungan energi bersih, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar yang sesuai dengan rencana peta jalan (roadmap) 100 GW nasional, membutuhkan kesiapan jaringan listrik yang modern.
Untuk mengatasi sifat pasokan energi surya dan angin yang tidak menentu atau bergantung pada cuaca, teknologi penyimpanan energi (energy storage system) serta sistem jaringan listrik mandiri (microgrid) menjadi kunci penting dalam menciptakan sistem kelistrikan yang stabil, andal, dan efisien di seluruh wilayah Nusantara.
Sejalan dengan visi tersebut, EESA Summit Indonesia 2026 menghadirkan para pejabat pemerintah dan pengambil kebijakan untuk membagikan rencana jangka panjang kelistrikan nasional.
Hadir sebagai keynote speaker dalam EESA Summit 2026, Harris selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) yang kehadirannya mewakili Eniya Listiani Dewi selaku Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, yang menjelaskan kebijakan pemerintah dalam mendukung penggunaan alat penyimpanan energi, termasuk aturan investasi serta peta jalan energi nasional.
Dalam sesi diskusi mengangkat tema “Indonesia’s Energy Storage Market Policy Direction, Project Opportunities and Localization Priorities” Hery Ferdiansyah selaku Koordinator Keteknikan dan Lingkungan Direktorat Energi Terbarukan, Kementerian ESDM memaparkan arahan kebijakan pemerintah dalam membuka peluang kerja sama global demi mencapai target Bebas Emisi (Net Zero Emission) pada tahun 2060.
EESA Summit Indonesia 2026 juga mengupas topik khusus kewilayahan melalui sesi “Archipelago Energy Solutions – Microgrid Economic, Financing, and Operational Innovation”. Sesi ini menjadi sangat penting mengingat pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menargetkan pembangunan Listrik Desa (Lisdes) di 2.065 lokasi di berbagai wilayah Indonesia pada 2026.
Sementara itu, Priambudi Pujihatma selaku VP Reliability & Asset Integrity Management, PT Pertamina New and Renewable Energy, membagikan pengalaman yang terjadi secara langsung di lapangan pada proyek microgrid di daerah kepulauan dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dan Charlie selaku Managing Director PT Roche Energi Powerindo.
Rene Duan selaku Secretary General EESA menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para regulator, praktisi, dan pelaku industri yang hadir dan berbagi wawasan dalam EESA Summit Indonesia kali ini.
“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan energi bersih. Melalui EESA Summit Indonesia ini, kami berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia sehingga dapat mewujudkan sistem energi masa depan yang andal dan ramah lingkungan,”pungkas Rene. (*)
- Pewarta : Angga DKI
- Foto : Istimewa
- Editor : Ronie Dwito