Dukung Perusahaan Lebih Berkembang, BEI Adakan Business Owner Workshop 2020

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka mendukung perusahaan perusahaan, untuk lebih maju dan berkembang dengan menjadi Perusahaan Tercatat, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan acara Business Owner Workshop 2020.

Business Owner Workshop 2020 bertemakan “Suksesi Perusahaan Keluarga melalui IPO” pada Kamis, 27 Februari 2020 di Surabaya, dihadiri ratusan perusahan dari Jawa Timur.

Tampak hadir narasumber hebat diantaranya, Kepala Unit Pengelolaan Wilayah 2 BEI Nur Harjantie, Ketua SIDDHI Cabang Surabaya Ong Pendopo Winoto, dan Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Regional IV Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi.

Serta menghadirkan pembicara yang ahli di bidang pasar modal, yaitu Area Manager PT UOB Kay Hian Sekuritas Edwin Jayandaru yang menjelaskan strategi dan persiapan go public dan Kepala Unit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat 3 BEI Rina Hadriyani yang membahas tentang Potensi Pertumbuhan Perusahaan melalui Go Public.

Kepala Unit Pengelolaan Wilayah 2 BEI Nur Harjantie, menyampaikan bahwa, Pasar Modal Indonesia berhasil mencatatkan 76 Perusahaan Tercatat baru yang merupakan peningkatan sebesar 22,27 persen total Fund Raised Initial Public Offering, yaitu sebesar Rp150,3 triliun pada tahun 2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp123,6 triliun.

“Hal ini menunjukkan bahwa minat Perusahaan-perusahaan masih tinggi untuk mencari alternatif pendanaan di pasar modal,” ucap Nur dalam paparannya, Kamis, (27/02/20).

Acara yang kerap diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia tersebut juga merupakan kolaborasi dengan lima komunitas Tionghoa di Surabaya, yaitu Organisasi Sarjana dan Profesional Buddhis Indonesia (SIDDHI), Perkumpulan Marga Huang Jawa Timur, Generasi Muda Indonesia Tionghoa Jawa Timur (Gema Inti), Komunitas Billionnaire Mindset Jawa Timur, dan Muda Mudi Perkumpulan Hwie Tiauw Ka (HAKKA) Surabaya.

Dijelaskan juga, pada tahun 2019, survey menunjukan inklusi pasar modal di Indonesia masih sangat rendah, sampai dengan 31 Januari 2020 jumlah investor di Indonesia masih sekitar 1.117.025 SID atau hanya 0,45% populasi Indonesia.

“Sementara itu, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh KSEI, jumlah investor di Provinsi Jawa Timur berjumlah sekitar 139.187 SID atau 0,35% dari total penduduk di Provinsi Jawa Timur sebanyak 40 juta orang,” terangnya.

Provinsi Jawa Timur memiliki pertumbuhan GDP regional sebesar 5,52 persen yang berada di atas pertumbuhan GDP Nasional pada tingkat 5 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Timur memiliki potensi yang tinggi untuk dapat berkembang dalam bidang ekonomi, dan pasar modal, pada khususnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua SIDDHI Cabang Surabaya Ong Pendopo Winoto mengaku senang dan menyambut baik acara Business Owner Workshop 2020 yang digagas oleh BEI ini.

“Dari target 80 peserta membludak hingga lebih dari 100 peserta. Ini menunjukkan animo pengusaha Jatim terutama Surabaya menunggu workshop ini. Kami mewakili komunitas pengusaha dan Tionghoa Jatim berharap acara ini diadakan lagi minimal rutin setiap tahun,” tutur Ong Pendopo.

Dalam kesempatan yang sama, BEI juga membahas tentang update perkembangan pasar modal dan pencapaian BEI pada tahun 2019 yang lalu dengan menghadirkan narasumber Kepala Kantor Perwakilan Jawa Timur Dewi Sriana.

Dari penyelenggaraan workshop tersebut diharapkan akan semakin banyak perusahaan-perusahaan yang tertarik untuk dapat melakukan pendanaan di pasar modal dan menjadi pilihan produk bagi investor dalam berinvestasi. Tidak hanya itu, melalui go public, perusahaan dapat berkembang menjadi lebih besar dan dipandang lebih professional, transparan, dan akuntabel. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Potograper : Tulus/Istimewa
  • Publisher : Dwito

You may also like...