Perbankan Memiliki Posisi Strategis Sebagai Jantung Perekonomian di Era New Normal

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Secara umum perbankan di Jawa Timur berkinerja baik dan dapat melayani kebutuhan transaksional masyarakat luas meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19. Oleh karena itu, posisi perbankan sangat strategis sebagai jantung perekonomian terlebih di era New Normal Life.

Hal ini dipaparkan dalam kesempatan acara silaturahmi secara virtual oleh Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) pada Jumat, 12 Juni 2020.

Tampak turut hadir, Kepala OJK Kantor Regional Jatim, Bambang Mukti Riyadi, Kepala Grup Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim, Harmanta dan anggota Komisi XI DPR-RI, Indah Kurnia.

Bambang Mukti Riyadi menyampaikan bahwa, berdasarkan data pengawasan posisi April 2020, rasio kecukupan modal (CAR) bank bank yang berkantor pusat di Jatim sebesar 23,24% dengan likuiditas yang memadai antara lain tercermin pada rasio Aktiva Lancar/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 25,03% yang jauh di atas threshold.

“Ini menunjukkan bahwa bank memiliki ruang yang cukup untuk melakukan ekspansi kredit atau pembiayaan bagi bank syariah guna mendukung upaya pemulihan ekonomi masyarakat pada periode new normal sejak pandemi COVID-19,” ucap Bambang, Jumat, (12/06/20).

Sedangkan, lanjut Bambang, sebagaimana disampaikan oleh ketua BPK, bahwa OJK telah menindaklanjuti seluruh rekomendasi temuan dan BPK mengapresiasi tindakan pengawasan OJK telah dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan mengawal penguatan kinerja perbankan nasional, sesuai prinsip pengawasan berbasis risiko secara terintegrasi.

“Untuk itu, anggota BMPD diminta agar dalam melaksanakan kegiatan operasional dan pemasaran produk bank, senantiasa mengutamakan etika profesionalitas bankir,” imbuhnya.

Bambang juga menghimbau kepada pimpinan bank dan seluruh jajaran, wajib menjunjung tinggi integritas dan menjauhkan diri dari perilaku hoax. Karena, siapapun pelakunya akan berhadapan dengan UU ITE dan aparat penegak hukum.

“Oleh karena itu, masing masing bank silakan bersaing secara positif dengan penguatan efisiensi, sehingga masyarakat luas terlayani dengan lebih baik,” terangnya.

Perlu diketahui, recovery ekonomi jatim memiliki peran sangat strategis dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional sebagaimana telah dicanangkan oleh pemerintah.

Dikesempatan yang sama, anggota Komisi XI DPR-RI, Indah Kurnia, mengajak seluruh stakeholder untuk bersinergi memberikan dukungan kepada perbankan Jatim agar mampu menopang gerak roda perekonomian Jatim secara berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan pandemi COVID-19, yang berdampak pada kesehatan masyarakat serta menurunkan aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

“Semoga, mutual trust di antara pelaku industri perbankan tetap terjaga dan semua pemangku kepentingan sektor jasa keuangan terus berada pada garda depan. Serta, secara proaktif melaksanakan fungsinya, melakukan intermediasi, termasuk merelaksasi kredit atau pembiayaan terdampak COVID-19,” pungkas Indah. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...