Pertamina Segera Terapkan Transaksi Non Tunai di Seluruh SPBU Surabaya

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 melalui penggunaan uang tunai terutama dalam masa transisi New Normal, seluruh SPBU Pertamina di wilayah Kota Surabaya melakukan penerapan kebijakan baru dengan transaksi non tunai via aplikasi.

Hal ini dibenarkan oleh Rustam Aji selaku Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus saat dihubungi via telephone pada Kamis, 25 Juni 2020.

Rustam Aji mengatakan bahwa, langkah ini demi kenyamanan dan keamanan pelanggan saat bertransaksi di SPBU selama masa transisi New Normal. Program uji coba transaksi non tunai ini akan diberlakukan mulai tanggal 1-31 Juli 2020 diseluruh SPBU Surabaya. Sedangan, untuk Implementasinya dimulai 1 Agustus 2020.

“Pertamina berupaya memberikan kenyamanan ekstra bagi pelanggan dengan memanfaatkan aplikasi MyPertamina dalam bertransaksi. Karena, selain aman juga aplikasi MyPertamina memberikan kemudahan dengan berbagai fitur dan layanan yang diusungnya,” kata Rustam, Kamis, (25/06/20).

“Pertamina juga telah menerapkan protokol kesehatan dengan melengkapi petugas operator dengan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, face shield, dan sarung tangan,” sambungnya.

Transaksi secara non-tunai lanjut, Rustam, menjadi salah satu fitur unggulan MyPertamina. Pelanggan dapat melaksanakan transaksi non-tunai di SPBU melalui gawai miliknya yang sudah terkoneksi dengan aplikasi MyPertamina.

“Apalagi di masa pandemi ini, regulasi dari Pemerintah Daerah, contohnya Peraturan Walikota Surabaya Nomor 28 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi COVID-19 di Kota Surabaya, menyebutkan agar transaksi jual beli dilakukan secara non-tunai,” terangnya.

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, sejak sebelum masa pandemi juga telah menyambut perubahan era E-Wallet ini dengan menggalakan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Pembayaran Non-Tunai (Cashless) yang saat ini juga dipercaya sebagai metode transaksi keuangan yang mudah, aman dan efisien.

“Keuntungan menggunakan MyPertamina diantaranya adanya cashback 50 persen bagi pengemudi ojek online yang membeli Pertalite. Casback 50 persen bagi pengemudi angkutan kota yang membeli Pertalite dan Dexlite. Serta, cashback 30 persen bagi masyarakat umum yang membeli Pertamax Series dan Pertamina Dex,” ungkap Rustam.

Selain rasa nyaman dan keuntungan dalam bertransaksi di SPBU, melalui aplikasi MyPertamina pelanggan juga dapat memanfaatkan kemudahan dalam bertransaksi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) dari rumah. MyPertamina terkoneksi dengan Pertamina Delivery Service (PDS) yang semenjak masa pandemi menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan energi masyarakat tanpa harus beranjak dari rumah.

Sebanyak 152 SPBU di Surabaya Raya, sudah terkoneksi dengan aplikasi MyPertamina dan siap melayani transaksi pembelian BBM dan LPG pelanggan secara non-tunai.(*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...

3 Comments

  1. Yg benar yaitu bebas mau bayar tunai atau pakai kartu, bukan PAKSAAN harus pakai kartu
    ,,Dan ini siasat puzux oknum ,spy harus menaruh saldo uang jumlah tertentu ,dan uang yg mengendap dikartu tidak ada bunga / imbal hasil ,
    Yg terjadi spt kartu e toll mau tdk mau pengguna e toll harus mengendapkan uang di kartu supaya cukup utk bayar ,dan pengendap seluruh pemilik e toll berapa trilliun yg endap tanpa bunga dan imbal hasil ,mengisipun e toll tidak gratis, masih harus bayar Ro2500 1X isi di gerai2 ,

Comments are closed.