Hewan Qurban Tidak Berisiko Menularkan Covid-19 ke Manusia

SURABAYA_WARTAINDONESIA.coHari Raya Idul Adha 1441 H yang resmi ditetapkan pada Jumat, (31/07) minggu depan masih menuai kecemasan banyak masyarakat. Pasalnya,  masyarakat khawatir adanya penyebaran virus corona (Covid-19) melalui hewan qurban baik sapi maupun kambing.

Menanggapi hal tersebut, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Suwarno, drh., M.Si. menyampaikan bahwa, resiko penularan Covid-19 melalui hewan sangat kecil.

“Hewan tidak beresiko tertular atau menularkan virus corona dari orang yang terkena Covid-19. Tetapi, yang berbahaya adalah penularan dari orang yang terkena Covid-19,” ucap Prof. Suwarno dalam diskusi bersama 160 takmir dari berbagai kota di Indonesia mellaui webinar.

Pada dasarnya, lanjut Dosen FKH Unair, struktur sel hewan tidak cocok dengan reseptor virus corona. Sel pada manusia cocok dengan reseptor Covid-19, namun pada hewan berbeda. Sehingga, inilah yang menyebabkan Covid-19 tidak dapat menular ke hewan.

“Hewan qurban tidak memungkinkan menjadi perantara penularan Covid-19. Namun, yang perlu diwaspadai adalah penularan dari manusia ke manusia. Maka dari itu, pelaksanaan qurban harus menerapkan prokotol kesehatan. Dengan tetap menggunakan APD,” tegasanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Departemen Klinik Veteriner FKH UNAIR Prof.  Dr. Wiwik Misaco Yuniarti, drh., M.Kes bahwa, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah bahwa hewan menjadi sumber infeksi Covid-19 pada manusia.

“Meski tidak memiliki resiko menularkan Covid-19, dihimbau untuk pelaksanaan kurban harus tetap menjaga protokol kesehatan. Terutama bagi penjual, pemotong, dan pemroses hewan qurban serta pendistribusi daging,” terang Prof. Wiwik.

Prof. Wiwik juga menghimbau, segala hal mulai dari limbah, proses penyembelihan, pemotongan, hingga pengantaran harus diperlakukan berbeda dengan tahun sebelumnya. Pelaksaannya kali ini harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu, demi keselamatan bersama juga harus dilakukan physical distancing dan personal hygiene. Serta, panitia kurban wajib menerapkan higiene dan sanitasi di tempat penjualan maupun di tempat pemotongan hewan kurban, serta melakukan pemeriksaan kesehatan awal, seperti cek suhu kepada setiap panitia.

“Sehingga, pelaksanaan qurban tahun 2020 ini dapat berjalan lancar, aman dan khitmad,” ungkapnya. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...

2 Comments

Comments are closed.